Siap Harumkan Nama Daerah, 11 Atlet Jujitsu Kota Sukabumi Bakal Berlaga di Ajang Internasional

foto istimewa

SUKABUMI — Sebanyak 11 atlet jujitsu berprestasi asal Kota Sukabumi yang tergabung dalam Institut Jujitsu Indonesia (IJI) melalui Dojo Independent Jujitsu Academy tengah mematangkan persiapan akhir. Mereka bersiap untuk bertolak dan berlaga di ajang kompetisi tingkat internasional bertajuk Copada 3 Indonesia yang akan dihelat di Jakarta Utara.

Guna mencapai performa maksimal, para atlet kini tengah digembleng melalui porsi latihan intensif. Mengingat kasta kompetisi ini berada di level internasional, mereka nantinya akan berhadapan dengan jagoan-jagoan jujitsu tangguh dari berbagai negara.

Pelatih Dojo Independent Jujitsu Academy, Ade Lukman Purnama, mengungkapkan bahwa perkembangan cabang olahraga (cabor) jujitsu di Kota Sukabumi menunjukkan tren yang sangat positif. IJI sendiri tercatat telah konsisten melakukan pembinaan dan menjaring bibit atlet berbakat di Sukabumi selama hampir satu dekade.

“Alhamdulillah untuk pembinaan jujitsu di Kota Sukabumi sudah berjalan kurang lebih 10 tahun. Sekarang kami fokus melakukan persiapan menghadapi event internasional COPA DA Indonesia III 2026 di Jakarta,” ujar Ade di sela-sela memimpin sesi latihan di GOR Lapang Merdeka Kota Sukabumi, Jumat (8/5/2026).

baca juga : Piala Dunia 2026 Disiarkan di Mana? Ini Cara Nonton Gratis di TV dan Streaming

Targetkan Sapu Bersih Medali

Ade menegaskan bahwa target timnya tidak main-main dalam kejuaraan bergengsi ini. Mengirimkan 11 representasi terbaik dari Kota Mochi, target membawa pulang medali emas menjadi misi utama yang diusung.

“Target kami tentu ingin memberikan hasil terbaik. Insyaallah seluruh atlet yang berangkat bisa meraih medali,” tegasnya penuh optimisme.

Sejumlah nama atlet andalan Sukabumi yang dipastikan turun bertanding di antaranya:

  • Jefri Muslim (Kelas Newaza System -65 Kg)
  • Prahastha Al Halim (Kelas Newaza Putra -55 Kg)
  • Daulah Qurrota’ayun (Kelas Newaza Putri -40 Kg)
  • Haura Al Bait (Kelas -50 Kg)

Fokus Penguatan Fisik dan Teknik

Dalam sisa waktu yang ada, program latihan kini telah memasuki fase krusial. Ade memfokuskan porsi latihan pada pemantapan taktik bertanding di matras serta strength conditioning guna mendongkrak ketahanan fisik para atlet.

“Kita sekarang masuk tahap penguatan teknik dan strength conditioning. Jadi atlet dipersiapkan bukan hanya dari sisi teknik, tetapi juga fisik dan stamina agar siap saat masuk masa kompetisi,” urai Ade.

Sebagai informasi, jujitsu merupakan seni bela diri legendaris asal Jepang yang berakar dari tradisi bertarung kaum Samurai. Karakteristik bela diri ini dikenal sangat komprehensif karena mengombinasikan berbagai aspek pertarungan jarak dekat.

“Jujitsu itu bela diri yang komprehensif karena semua teknik dipelajari dan dimatangkan. Mulai dari pukulan, bantingan, sampai teknik jatuh semuanya ada,” pungkas Ade.

sumber : sukabumiku.id

[rs]

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *