FOTO ISTIMEWA
SUKABUMILIFE.COM – Tiga warga dari satu keluarga di Kampung Pamoyanan RT 01/17, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, diduga mengalami keracunan makanan. Insiden ini terjadi setelah mereka mengonsumsi produk susu kemasan yang merupakan bagian dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketiga korban diidentifikasi bernama Resa (22), Mahira (11), dan Aprizal (4). Mereka mulai mengeluhkan gejala mual, muntah, diare, hingga pusing pada Jumat (19/6/2026), sehari setelah paket makanan bergizi tersebut didistribusikan.
Camat Simpenan, Supendi, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia memastikan para korban langsung mendapatkan penanganan medis setelah mengeluhkan gangguan kesehatan.
“Korban mengalami gejala mual, muntah, dan mencret sehingga harus mendapatkan penanganan medis. Saat ini kondisi korban sudah ditangani oleh tenaga kesehatan,” kata Supendi.
Kronologi: Konsumsi Susu Sisa yang Telah Disimpan
Kepala Puskesmas Simpenan, Ade Setiawan, menjelaskan bahwa pihak Puskesmas menerima laporan dari Satgas MBG tingkat kecamatan mengenai dugaan keracunan yang menimpa kelompok sasaran B3 (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).
Berdasarkan penelusuran awal, kronologi konsumsi paket tersebut adalah sebagai berikut:
- Kamis (18/6/2026): Paket MBG berisi susu, buah, dan roti dibagikan. Susu kemasan sempat dibuka dan langsung dikonsumsi pada hari itu juga, namun tidak habis dan menyisakan sebagian isinya.
- Jumat (19/6/2026): Sisa susu yang telah disimpan sejak malam hari tersebut kembali diminum oleh anggota keluarga penerima manfaat.
“Susunya diberikan hari Kamis dan diminum saat itu juga, namun ada sisa. Kemudian diminum kembali pada hari Jumat oleh satu keluarga,” ujar Ade.
Akibat keluhan tersebut, sang balita sempat dilarikan dan menjalani perawatan di rumah sakit. Namun saat ini, seluruh korban telah diperbolehkan kembali ke rumah dan kondisinya terus menunjukkan perbaikan yang signifikan.
Ade menambahkan, dugaan sementara mengarah pada bakteri yang tumbuh akibat susu dikonsumsi kembali setelah disimpan lama dalam kondisi terbuka. Kendati demikian, Puskesmas masih memerlukan kajian dan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan penyebab pastinya.
Tanggapan Pengelola MBG: Evaluasi Cara Penyimpanan
Perwakilan Pengelola MBG dari Dapur SPPG 2 Cidadap, Tedi Permana, menyatakan pihaknya langsung melakukan peninjauan ke rumah korban setelah menerima laporan dari kader setempat pada Jumat sore.
Berdasarkan keterangan dari dokter pendamping, keluhan kesehatan yang dialami korban diduga kuat berkaitan dengan cara penyimpanan dan konsumsi susu yang kurang tepat (susu yang telah dibuka malam hari, kembali diminum keesokan paginya).
Meski penyebab pasti masih didalami, pihak pengelola tetap memberikan pendampingan penuh sebagai bentuk tanggung jawab moral.
“Sebagai bentuk pertanggungjawaban kami, tetap kami bertanggung jawab, apa pun bentuknya. Kami kasih uang kadeudeuh, kemudian kami kasih obat sesuai arahan dari Pak Dokter,” ungkap Tedi.
Prosedur Distribusi Diperketat
BACA JUGA : Geger! Remaja 16 Tahun Ditemukan Tewas Tergantung di Palabuhanratu Sukabumi
Tedi menegaskan bahwa seluruh produk yang didistribusikan dari dapur MBG telah melalui proses screening ketat. Bahkan sebelum penyaluran, sejumlah susu yang dinilai mencurigakan langsung dipisahkan dan dikembalikan kepada pemasok.
Sebagai langkah evaluasi dan mitigasi ke depan, pengelola MBG berencana meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada warga penerima manfaat terkait tata cara penyimpanan serta batas waktu aman konsumsi susu kemasan setelah dibuka. Hal ini dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
SUMBER : SUKABUMIKU.ID
[RS]









