FOTO ISTIMEWA
SUKABUMILIFE.COM – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (14/4/2026), memicu terjadinya banjir dan tanah longsor. Peristiwa ini sempat membuat jalur provinsi yang menghubungkan Sukabumi–Sagaranten lumpuh total.
Material longsoran berupa lumpur pekat dan batu besar dilaporkan menutup badan jalan di dua titik krusial, yakni di Kampung Legokareuy, Desa Cijangkar, serta ruas jalan baru di Desa Kertaangsana. Akibatnya, arus lalu lintas dari kedua arah sempat mengalami kemacetan panjang.
Mendapat laporan dari masyarakat, petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nyalindung bersama unsur TNI, Polri, dan relawan langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian. Penanganan difokuskan pada evakuasi dan pembersihan material longsor secara intensif dengan mengerahkan alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Wilayah II.
“Material longsor saat ini sedang dibersihkan oleh pihak PU Wilayah II,” ujar petugas P2BK Kecamatan Nyalindung, A. Ahmad.
Diberlakukan Sistem Buka Tutup Jalan
Berkat kesigapan petugas di lapangan, salah satu titik longsor kini sudah mulai bisa diurai. Kendaraan roda dua maupun roda empat sudah diperbolehkan melintas, namun petugas terpaksa memberlakukan sistem buka tutup jalan guna menjaga keselamatan para pengguna jalan.
Sementara itu, di titik lokasi longsor lainnya, proses pembersihan sisa-sisa tanah merah dan bebatuan masih terus dipacu oleh petugas dibantu warga sekitar agar akses jalan bisa terbuka penuh kembali.
BACA JUGA: potongan-video-viral-pria-mematung-di-sukabumi-1778577570740_169 (1)
Warga Diimbau Waspada Longsor Susulan
Beruntung, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa alam ini. Kendati demikian, jajaran petugas gabungan tetap bersiaga penuh di lokasi karena kondisi cuaca di wilayah sekitar masih berpotensi memicu terjadinya pergerakan tanah atau longsor susulan.
Selain fokus mempercepat pembersihan jalan agar urat nadi perekonomian dan mobilitas masyarakat Sukabumi–Sagaranten ini kembali normal, pihak P2BK juga terus melakukan koordinasi lintas sektor sekaligus memberikan edukasi kepada warga.
Masyarakat yang kerap melintasi jalur perbukitan tersebut diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan ekstra, terutama saat berkendara di tengah guyuran hujan deras atau cuaca ekstrem. (Hasyim Arsyad/Redaksi)
SUMBER : SUKABUMIKU.ID
(NL)








