foto ilustrasi
SUKABUMILIFE.COM – Akhir pekan merupakan waktu favorit bagi wisatawan maupun warga lokal untuk bepergian. Namun, tingginya volume kendaraan di jalur arteri Sukabumi maupun titik keluar Tol Bocimi sering kali memicu kemacetan panjang.
baca juga:Dari MBG hingga Ketahanan Energi, Ini Agenda Ekonomi Pemerintah Terbaru
Kondisi stop-and-go di tengah kemacetan tak hanya menguji kesabaran, tetapi juga membuat konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) membengkak. Agar perjalanan tetap nyaman dan kantong tidak jebol, berikut 5 tips menghemat BBM saat menghadapi kemacetan di Sukabumi:
1. Injak Pedak Gas dan Rem Secara Halus
Menekan pedal gas secara mendadak lalu mengerem keras (stop-and-go agresif) membuat mesin bekerja ekstra keras dan menyedot BBM jauh lebih banyak. Usahakan untuk melaju secara halus dan pertahankan jarak aman dengan kendaraan di depan agar posisi kendaraan bisa meluncur perlahan tanpa perlu sering berhenti total.
2. Matikan Mesin Jika Berhenti Lebih Dari 1 Menit
Jika terjebak kemacetan parah yang membuat lalu lintas benar-benar terkunci (seperti saat ada penanganan kendala di jalan atau sistem buka-tutup), sebaiknya matikan mesin kendaraan. Membiarkan mesin menyala (idling) selama lebih dari satu menit mengonsumsi bahan bakar lebih banyak dibandingkan energi yang dibutuhkan untuk menyalakan mesin kembali.
3. Atur Suhu AC Secara Bijak
AC mobil mengambil tenaga langsung dari kinerja mesin. Di area Sukabumi yang udara paginya masih relatif sejuk, Anda tidak perlu menyetel suhu AC di tingkat paling dingin. Cukup atur AC di suhu sedang (sekitar 22–24°C) agar beban kerja kompresor mesin berkurang.
4. Cek Tekanan Angin Ban Sebelum Berangkat
Ban yang kempis atau kurang angin menciptakan hambatan gulir (rolling resistance) yang lebih besar terhadap permukaan jalan. Hal ini memaksa mesin bekerja lebih berat untuk menggerakkan roda. Pastikan tekanan angin ban sesuai dengan rekomendasi pabrikan sebelum memulai perjalanan.
5. Hindari Membawa Beban Berlebih di Bagasi
Banyak orang kerap menjadikan bagasi mobil sebagai “gudang berjalan”. Semakin berat bobot kendaraan, semakin besar pula daya yang dibutuhkan mesin untuk melaju. Keluarkan barang-barang yang tidak diperlukan agar bobot mobil lebih ringan dan konsumsi bahan bakar lebih efisien.
(AAP)









