FOTO ISTIMEWA
SUKABUMILIFE.COM,— Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kontribusi dunia usaha terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Kadin akan memfokuskan pendorong ekonomi pada tiga sektor utama yang menjadi penopang PDB Indonesia, yakni konsumsi masyarakat, investasi swasta, dan ekspor.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengungkapkan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tiga komponen tersebut menyumbang sekitar 92 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Oleh karena itu, dunia usaha memegang peranan yang sangat strategis.
“Melihat data BPS, hampir 92 persen ekonomi di PDB itu datang dari konsumsi masyarakat, investasi swasta, dan ekspor. Sehingga Kadin merasa terpanggil untuk berkontribusi di 92 persen ekonomi kita,” ujar Anindya saat menyampaikan laporan dalam agenda Presidential Briefing Kadin Indonesia bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Dorong Keterlibatan UMKM hingga BUMD
Anindya menekankan bahwa penguatan tiga pilar ekonomi tersebut tidak hanya dibebankan pada perusahaan berskala besar semata. Kadin berkomitmen untuk mendorong keterlibatan seluruh lini pelaku ekonomi secara inklusif, mulai dari lini daerah hingga pusat.
Sektor yang digandeng mencakup Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), koperasi, BUMN, BUMD, hingga perusahaan swasta nasional.
“Ini termasuk tentunya UMKM, koperasi, BUMN, BUMD, perusahaan besar baik pusat maupun daerah. Oleh karenanya di sini hadir tentunya asosiasi-asosiasi yang terkait,” jelasnya.
Makna Filosofi Logo Kadin: Ketahanan dan Kolaborasi
BACA JUGA:Souvenir Bibit Pohon di Pernikahan Gen Z Viral, Simbol Cinta dan Kepedulian Lingkungan
Di tengah berbagai tantangan dan dinamika ekonomi global, Anindya menyampaikan optimisme dunia usaha yang tecermin dari filosofi logo Kadin Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa gambar perahu dalam logo Kadin melambangkan ketangguhan para pelaku usaha di tanah air.
“Perahu ini menandakan bahwa pengusaha yang kuat adalah pengusaha yang bisa mengarungi segala macam tipe lautan,” paparnya.
Sementara itu, keberadaan simbol dua ekor kuda melambangkan pentingnya sinergi dan kolaborasi erat antara dunia usaha dengan pemerintah. “Di dalam logo tersebut ada dua kuda, yang artinya kita mesti kerja keras bahu-membahu untuk mendukung pemerintah,” tambah Anindya.
Pegang Teguh Semangat ‘Tabah, Jujur, Setia’
Menutup keterangannya, Anindya menegaskan bahwa Kadin Indonesia akan terus memegang teguh nilai-nilai luhur organisasi yang tercantum dalam motonya, yaitu “Tabah, Jujur, Setia”.
Nilai-nilai ini menjadi pijakan moral bagi seluruh anggota Kadin dalam menjalankan peran strategis dunia usaha demi kemajuan bangsa.
“Logonya masih sama dari dulu, yaitu Tabah, Jujur, Setia. Tabah, Jujur, Setia untuk siapa? Untuk Merah Putih,” tegas Anindya.
Dengan fokus yang jelas pada investasi, konsumsi, dan ekspor, Kadin berharap kolaborasi yang erat antara pemerintah dan pelaku usaha dapat menjaga kestabilan serta momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
SUMBER: SUKABUMIKU.ID
(RSN)









