Survei PSI: 80,4 Persen Masyarakat Puas dengan 21 Bulan Pemerintahan Prabowo-Gibran

foto istimewa

sukabumilife.com – Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menembus angka 80,4 persen setelah 21 bulan memimpin. Capaian tersebut terekam dalam hasil riset terbaru yang dirilis oleh lembaga Panel Survey Indonesia (PSI).

Berdasarkan survei yang digelar menjelang dua tahun masa kepemimpinan Prabowo-Gibran tersebut, sebanyak 16,7 persen responden menyatakan tidak puas, sementara 2,9 persen sisanya memilih tidak memberikan jawaban.

Direktur Eksekutif PSI, Djusman H. Umar, menjelaskan bahwa tingginya angka kepuasan masyarakat tidak lepas dari konsistensi pemerintah dalam mengawal program-program kesejahteraan rakyat serta perlindungan sosial.

“Hasil survei menunjukkan bahwa 80,4 persen masyarakat menyatakan puas, sementara 16,7 persen menyatakan tidak puas dan ada 2,9 persen tidak memberikan jawaban,” ujar Djusman dalam keterangan tertulisnya.

Sorotan terhadap Program-Program Unggulan

Riset PSI ini turut membedah persepsi publik terhadap sederet program prioritas dan kebijakan strategis pemerintah, di antaranya:

  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Sebanyak 73,2 persen responden menginginkan program MBG terus berlanjut. Sementara 20,8 persen meminta dihentikan, dan 6 persen tidak menjawab.
  • BPJS Kesehatan: Mendapat dukungan sangat tinggi, di mana 87,4 persen responden ingin program layanan kesehatan ini diteruskan. Hanya 10,4 persen yang meminta dihentikan/dibubarkan, dan 2,2 persen tidak menjawab.
  • Bantuan Sosial dan BLT: Sebanyak 85,5 persen responden meminta bansos dan BLT dilanjutkan, sedangkan 8,2 persen menganggapnya pemborosan dan meminta dihentikan, serta 6,3 persen sisanya tidak memberikan jawaban.
  • Sekolah Rakyat: Program di bidang pendidikan ini mengantongi tingkat kepuasan sebesar 81,7 persen. Sebanyak 13,6 persen menyatakan tidak setuju/tidak puas, dan 4,7 persen memilih tidak menjawab.
  • Stabilitas Harga & Ketersediaan Sembako: Kebijakan penjagaan pasokan pangan dan harga kebutuhan pokok ini memuaskan 77,4 persen responden, sementara 18,7 persen merasa belum puas, dan 3,9 persen tidak menjawab.
  • Efisiensi Anggaran: Kebijakan penghematan anggaran dinilai tepat sasaran oleh 76,1 persen responden, sedangkan 21,9 persen menganggap belum sesuai harapan, dan 2 persen tidak menjawab.

Menurut Djusman, meluasnya pemahaman masyarakat terhadap dampak positif dari program prioritas inilah yang mendorong kuatnya sentimen positif publik

baca juga :64e71e13b388588de117d4fc_cara kerja luar negeri lulusan sma

Metodologi Survei

Survei nasional oleh Panel Survey Indonesia ini dilaksanakan pada 20 hingga 27 Juli 2026 dengan melibatkan sebanyak 1.270 responden yang tersebar secara proporsional di seluruh provinsi di Indonesia.

Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling melalui wawancara tatap muka langsung. Adapun margin of error dari survei ini berada di kisaran 2,75 persen dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

sumber : sukabumiku.id

(an)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *