foto istimewa
SUKABUMILIFE.COM — Ketersediaan akses jalan yang layak kembali menjadi momok bagi warga di pelosok Kabupaten Sukabumi. Seorang lansia bernama Sadi (60), warga Kampung Cidahu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, harus dievakuasi menggunakan tandu darurat berupa kain sarung dan sebatang bambu akibat jalan menuju kediamannya rusak parah tak bisa dilalui kendaraan.
Aksi gotong royong warga yang memikul Pak Sadi di tengah medan ekstrem tersebut mendadak tular dan viral di media sosial setelah diunggah oleh warga setempat.
Galih, warga yang merekam momen dramatis tersebut menceritakan bahwa peristiwa itu terjadi pada Sabtu (25/4) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, kondisi kesehatan Pak Sadi memburuk akibat komplikasi asam urat dan lambung yang dideritanya.
“Karena ambulans tidak bisa masuk sama sekali ke lokasi rumah akibat jalan rusak, warga akhirnya berinisiatif membuat tandu darurat dari kain sarung dan bambu,” kata Galih.
Dalam rekaman video berdurasi singkat tersebut, tampak sejumlah pria dewasa berjibaku memikul bambu panjang di bahu mereka. Di bawahnya, tubuh Pak Sadi terbungkus kain sarung dan selimut, terombang-ambing sepanjang perjalanan menelusuri rute yang berlubang dan licin.
Demi bisa menyegera mendapatkan perawatan medis, warga harus berjalan kaki menandu Pak Sadi sejauh kurang lebih 1 kilometer menuju titik penjemputan ambulans desa yang menunggu di akses jalan yang bisa dilalui mobil.
Mirisnya, kejadian menandu orang sakit dengan kain sarung ini bukanlah hal baru bagi warga Kampung Cidahu. Menurut Galih, peristiwa serupa kerap berulang setiap kali ada warga sekitar yang membutuhkan penanganan medis darurat.
“Harapannya semoga cepat didengar oleh pemerintah setempat maupun Pemkab Sukabumi. Intinya warga sudah bingung harus bagaimana lagi, setiap ada yang sakit pasti kejadiannya selalu ditandu seperti ini,” pungkasnya penuh harap.
Kondisi infrastruktur jalan di kawasan selatan Kabupaten Sukabumi ini kembali menjadi sorotan publik. Warga berharap adanya perhatian dan langkah nyata dari pemerintah daerah agar ketimpangan fasilitas jalan tidak terus merenggut hak warga dalam mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang layak.
sumber:detik.news
(AAP)









