foto istimewa
SUKABUMILIFE.COM – Gelaran pesta kolam renang (pool party) bertajuk “Ngoetfest x SantaSea” yang dihelat di SantaSea Waterpark, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, mendadak viral dan menuai kecaman publik. Acara yang berlangsung pada Sabtu (19/9/2026) malam itu dikritik tajam karena dinilai mencederai norma dan kearifan lokal masyarakat setempat.
Protes keras bermula dari kemarahan warga RT 001/RW 005, Kelurahan Gedongpanjang. Warga menyayangkan aktivitas di area wisata air tersebut yang menimbulkan kebisingan hingga larut malam akibat dentuman suara dari penampilan disk jockey (DJ), band, dan tarian modern yang berlangsung hingga pukul 22.00 WIB, sehingga mengganggu waktu istirahat warga sekitar.
Selain masalah volume suara, penampilan para pengisi acara perempuan di area kolam renang turut menjadi sorotan utama yang dianggap tidak sejalan dengan kultur budaya masyarakat Sukabumi.
Evaluasi dan Permintaan Maaf Pihak Manajemen SantaSea
Asisten Direktur SantaSea, Azwar Haikal, tidak menampik adanya gelombang protes dari warga sekitar. Ia mengakui bahwa insiden ini menjadi tamparan keras sekaligus bahan evaluasi mendalam bagi pihak manajemen agar ke depannya jauh lebih peka terhadap kondisi sosial-budaya setempat.
“Jadi, warga intinya menyesalkan gitu ya, ada event seperti itu,” ujar Azwar, Selasa (22/9/2026).
Pihak manajemen memastikan telah mengantongi catatan penting dari warga dan berjanji akan menerapkan pengawasan serta seleksi yang jauh lebih ketat terhadap setiap kegiatan yang diadakan di area wisata tersebut.
“Ke depannya memang itu bakal jadi pembelajaran buat SantaSea, ke depannya harus lebih memperhatikan tentang budaya masyarakat yang ada di Sukabumi,” tambahnya. Sebagai tindak lanjut, manajemen SantaSea bersama warga telah menyepakati poin evaluasi, termasuk melarang kembalinya konsep acara yang dinilai bertentangan dengan norma lokal.
Klarifikasi dan Permintaan Maaf Panitia Pelaksana
Sementara itu, pihak penyelenggara “Ngoetfest x SantaSea” akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat luas atas kegaduhan yang timbul.
Perwakilan panitia penyelenggara, Muhamad Abudzar Alghifari alias Abuzar, menyatakan pihaknya memahami sepenuhnya reaksi publik dan perdebatan yang muncul akibat acara tersebut.
“Kami dari pihak panitia dengan segala kerendahan hati memohon maaf jika penyelenggaraan acara Ngoet Fest membuat gaduh dan ketidaknyamanannya di masyarakat,” kata Abuzar.
Meski demikian, Abuzar memberikan sejumlah klarifikasi terkait protokol yang diterapkan selama acara berlangsung:
- Larangan Alkohol dan Narkotika: Panitia menegaskan sejak awal melarang peredaran maupun konsumsi minuman beralkohol serta narkotika di lokasi acara.
- Aturan Busana: Pihak panitia mengklaim telah menerapkan aturan ketat dengan melarang penggunaan bikini seksi, di mana pengisi acara hanya diperbolehkan mengenakan pakaian renang standar.
Abuzar menjelaskan bahwa konsep awal acara murni dirancang sebagai sarana hiburan segar bagi pengunjung melalui kolaborasi live DJ, band, dan tarian modern. Kendati demikian, ia mengakui eksekusi di lapangan memicu pro dan kontra, serta berjanji akan menjadikan polemik ini sebagai pelajaran berharga untuk lebih bijak di masa mendatang.
“Untuk itu kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan tersebut dan ke depannya kami akan lebih bijak dalam menyelenggarakan acara hiburan di masyarakat,”
Sumber: detiknews
(LS)









