Tips Rahasia Cara Membuat Semur Jengkol Empuk, Pulen, dan Tidak Bau Prengus

foto istimewa

SUKABUMILIFE — Semur jengkol merupakan salah satu hidangan nusantara yang memiliki tempat istimewa di hati para pencinta kuliner pedas dan gurih. Cita rasanya yang kaya rempah berpadu dengan teksturnya yang pulen membuat jengkol selalu sukses menggugah selera makan, terutama jika disajikan dengan seporsi nasi hangat.

Kendati demikian, mengolah jengkol terkadang menjadi tantangan tersendiri. Aroma khas yang menyengat (bau prengus) serta tekstur jengkol yang kerap kali keras jika salah mengolahnya sering kali dikeluhkan banyak orang.

Agar Anda bisa menyajikan semur jengkol rumahan yang lezat, empuk sempurna, dan bebas bau menyengat, simak tips dan trik lengkapnya di bawah ini!

1. Pilih Jengkol Tua yang Berkualitas

Kunci utama semur jengkol yang pulen terletak pada pemilihan bahan dasarnya. Pilihlah buah jengkol yang sudah tua. Jengkol tua biasanya memiliki tekstur yang lebih padat, empuk saat dimasak, dan menghasilkan warna kecokelatan yang cantik. Ciri fisik jengkol tua dapat dilihat dari kulit luarnya yang berwarna cokelat gelap atau kehitaman, serta bentuk buahnya yang cenderung pipih dan padat.

2. Rendam Jengkol Semalaman

Sebelum direbus, rendam jengkol yang sudah dikupas di dalam air bersih atau air kapur sirih selama semalaman (minimal 6 hingga 12 jam). Proses perendaman ini sangat efektif untuk melarutkan getah sekaligus meredam bau tajam khas jengkol yang tidak sedap.

3. Rebus dengan Daun Jeruk dan Serai

Untuk menetralisir aroma prengus yang tersisa, rebus jengkol yang sudah direndam menggunakan air melimpah bersama rempah-rempah aromatik. Anda bisa menambahkan:

  • Daun salam dan daun jeruk purut yang banyak
  • Batang serai yang dimemarkan
  • Beberapa lembar daun jambu biji atau arang kayu (opsional untuk menarik getah dan bau)Rebus jengkol hingga benar-benar empuk. Anda bisa mengecek tingkat keempukannya dengan menusuk jengkol menggunakan garpu.

4. Memarkan Jengkol Sebelum Dimasak

Setelah jengkol empuk dan ditiriskan, pipihkan atau memarkan setiap butir jengkol menggunakan ulekan secara perlahan. Jangan sampai hancur, cukup buat permukaannya sedikit retak. Proses pemarakan ini bertujuan agar bumbu semur dapat meresap sempurna hingga ke bagian dalam jengkol saat dimasak bersama kuah.

baca juga:7-tips-kulit-sehat-dan-cerah-yang-mudah-dilakukan

5. Tumis Bumbu Halus Hingga Benar-benar Matang

Gunakan bumbu semur klasik yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, merica, dan pala. Tumis bumbu halus ini bersama lengkuas, jahe, dan kayumanis menggunakan minyak secukupnya dengan api sedang. Pastikan bumbu benar-benar matang dan harum (minyaknya terpisah dari bumbu) agar kuah semur tidak langu dan tahan lama.

6. Gunakan Kecap Manis Berkualitas dan Tambahkan Gula Merah

Kunci kelezatan warna gelap dan rasa manis gurih khas semur ada pada penggunaan kecap manis berkualitas tinggi. Padukan kecap manis dengan sedikit gula merah (gula aren) dan air secukupnya. Masak dengan api kecil (di-unsep) dalam waktu yang agak lama agar bumbu meresap optimal ke dalam pori-pori jengkol dan kuahnya menyusut menjadi kental berminyak.

Dengan menerapkan trik di atas, dijamin semur jengkol buatan Anda di rumah akan bertekstur empuk, pulen, bebas bau menyengat, serta kaya rempah yang memanjakan lidah. Selamat mencoba, Warga Sukabumi!

(RM)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *