FOTO ISTIMEWA
SUKABUMILIFE.COM – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax yang mulai berlaku sejak 10 Juni 2026 berdampak langsung terhadap para pengemudi ojek online (ojol) di Kota Sukabumi. Demi menekan biaya operasional harian yang kian membengkak, banyak pengemudi kini terpaksa beralih ke Pertalite yang dinilai lebih ramah di kantong.
Pantauan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Sukabumi menunjukkan adanya pergeseran konsumsi tersebut. Para pengemudi ojol mengaku harus memutar otak dan menyesuaikan pola pengeluaran mereka setelah harga Pertamax mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Dilema Performa Motor vs Isi Dompet
Randi (31), salah seorang pengemudi ojol yang biasa mangkal di area perkotaan Sukabumi, menuturkan bahwa selama ini dirinya setia menggunakan Pertamax. Pilihan itu diambil demi menjaga performa mesin motornya yang menjadi modal utama mencari nafkah setiap hari. Namun, melonjaknya harga Pertamax membuatnya tidak memiliki banyak pilihan.
“Kalau pakai Pertamax tarikan motor terasa lebih ringan dan nyaman. Saat menggunakan Pertalite memang terasa ada perbedaan, terutama pada performa kendaraan,” ujar Randi kepada wartawan, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Randi, sebelum adanya kenaikan harga, pengisian Pertamax dengan nominal harian yang biasa ia anggarkan masih mampu menunjang aktivitas narik dari pagi hingga malam. Namun sekarang, dengan nominal uang yang sama, jumlah liter BBM yang didapat jauh lebih sedikit.
Selain masalah performa, Randi juga merasakan bahwa konsumsi Pertalite cenderung lebih boros dibandingkan Pertamax. Hal ini membuat para ojol harus menghitung pengeluaran bahan bakar secara lebih cermat agar tidak tekor.
Terjepit Potongan Aplikasi dan Biaya Operasional
Keluhan senada juga diungkapkan oleh pengemudi ojol lainnya. Kenaikan harga BBM ini dinilai sangat memberatkan karena tidak dibarengi dengan kenaikan pendapatan yang sebanding.
Kondisi para pengemudi ojol kian terjepit karena mereka juga harus menanggung beban potongan dari pihak aplikasi yang kabarnya sempat mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.
“Pendapatan harian tidak menentu, potongan aplikasi jalan terus, ditambah sekarang harga bensin naik. Ya, mau tidak mau harus potong anggaran bensin dan beralih ke yang lebih murah (Pertalite) agar dapur di rumah tetap ngebul,” keluh salah satu pengemudi ojol yang enggan disebutkan namanya
Sebagai informasi, per 10 Juni 2026, harga Pertamax resmi ditetapkan sebesar Rp16.250 per liter.
Di tengah ketatnya persaingan tarif dan tuntutan mengejar target harian, bermigrasi ke BBM yang lebih murah menjadi pilihan paling realistis bagi para ojol di Kota Sukabumi saat ini. Meskipun, konsekuensi logisnya mereka harus mengorbankan kenyamanan dan performa kendaraan operasional mereka.
SUMBER : SUKABUMIKU.ID
(AN)









