foto istimewa
SUKABUMI — Siapa yang tidak kenal dengan SilverQueen? Batangan cokelat ikonik dengan taburan kacang mede di dalamnya ini telah menjadi camilan favorit masyarakat Indonesia dari generasi ke generasi, bahkan sukses menembus pasar internasional.
Namun, di balik kelezatan cokelat yang mendunia ini, belum banyak yang tahu tentang sosok visioner yang merintisnya. Dialah Ming Chee Chuang, seorang pengusaha gigih yang mengawali perjalanan bisnis raksasanya dari sebuah kota kecil di Jawa Barat, yaitu Garut.
Kisah sukses Ming Chee Chuang bukanlah dongeng yang terjadi dalam semalam. Pria asal Myanmar ini memutuskan berhijrah ke Indonesia dan memulai langkah bisnisnya di Garut pada era 1940-an. Saat itu, Garut dikenal sebagai salah satu daerah penghasil komoditas kakao (bahan baku cokelat) berkualitas tinggi.
Berdiri di Garut dengan Nama NV Ceres
Melihat potensi alam yang luar biasa tersebut, Ming Chee Chuang mengambil langkah berani dengan mendirikan sebuah pabrik cokelat skala kecil yang diberi nama NV Ceres. Melalui kerja keras dan visi yang tajam, ia mulai memproduksi berbagai jenis cokelat olahan. Salah satu produk racikannya yang kelak menjadi primadona dan legenda adalah SilverQueen.
Nama “SilverQueen” sendiri terinspirasi dari keindahan Ratu Perak, sebuah julukan yang menggambarkan keelokan alam tanah air. Filosofi kemegahan ini ia cerminkan ke dalam kualitas produk dengan menggunakan bahan baku pilihan dan proses produksi yang sangat cermat.
Sentuhan resep mencampurkan kacang mede ke dalam adonan cokelat batangan menjadi pembeda utama SilverQueen dengan kompetitor lainnya di masa itu. Racikan genius ini menciptakan harmoni rasa manis dan gurih yang langsung memikat lidah masyarakat.
baca juga: H. Dadang Hermawan Ajak Masyarakat Jadikan 1 Muharam Momentum Hijrah Menuju Kebaikan
Inovasi Menembus Pasar Global
Perjalanan NV Ceres di bawah kepemimpinan Ming Chee Chuang tentu tidak selalu berjalan mulus. Tantangan ekonomi dan persaingan pasar yang ketat silih berganti menghantam. Namun, berkat inovasi produk yang berkelanjutan serta strategi pemasaran yang cerdas, SilverQueen justru makin kokoh di pasar domestik.
Guna menjangkau pasar yang lebih luas, SilverQueen terus beradaptasi dengan selera zaman. Selain varian klasik kacang mede, mereka mulai menghadirkan berbagai varian rasa baru dan kemasan yang modern tanpa mengurangi standar kualitas rasa aslinya.
Kini, di bawah bendera Petra Foods (sekarang dikenal sebagai Delfi Limited)—perusahaan raksasa yang diteruskan oleh keluarga Ming Chee Chuang—SilverQueen telah melebarkan sayapnya ke mancanegara. Cokelat yang resep awalnya lahir di Garut ini sekarang dapat dinikmati di berbagai negara Asia Tenggara hingga pasar global lainnya.
Kisah Ming Chee Chuang adalah cerminan sejati dari kegigihan, visi, dan kemampuan membaca potensi lokal. Dari sebuah pabrik kecil di Garut, ia berhasil menciptakan warisan rasa yang terus hidup dalam setiap gigitan manis cokelat SilverQueen.
sumber : sukabumiku.id
[rs]









