Menuju Pilkada Sukabumi, Pengamat Ingatkan Pentingnya Adu Gagasan Pembangunan Ketimbang Isu Sektarian

foto istimewa

sukabumilife.com – Dinamika politik di wilayah Sukabumi mulai menghangat menjelang perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak. Menanggapi situasi tersebut, sejumlah pengamat politik lokal mengingatkan para bakal calon kepala daerah dan partai politik untuk lebih mengedepankan adu gagasan pembangunan yang konkret daripada terjebak dalam politik identitas atau isu sektarian.

Peta koalisi yang mulai terbentuk di tingkat Kabupaten maupun Kota Sukabumi menunjukkan dinamika yang cair, di mana figur-figur muda dan tokoh senior mulai memperlihatkan strategi pendekatan ke masyarakat.

Menjawab Tantangan Riil Sukabumi

Dr. Heri Gunawan, seorang pengamat kebijakan publik lokal, menilai bahwa masyarakat Sukabumi saat ini sudah semakin cerdas dalam memilah informasi politik. Menurutnya, isu-isu mendasar seperti infrastruktur, lapangan pekerjaan, dan optimalisasi potensi pariwisata adalah hal yang paling ditunggu solusinya oleh warga.

“Sukabumi memiliki tantangan geografis dan ekonomi yang unik. Siapa pun yang maju harus bisa menjelaskan secara logis bagaimana mereka akan mengoptimalkan Tol Bocimi untuk mendongkrak ekonomi warga, atau bagaimana mengatasi ketimpangan pembangunan antara wilayah utara dan selatan,” ungkap Heri saat diwawancarai, Jumat (3/7/2026).

Ia menambahkan, kampanye yang hanya mengandalkan popularitas personal tanpa visi program yang jelas tidak akan lagi efektif memikat pemilih pemula (Gen Z dan Milenial) yang persentasenya cukup besar pada pemilu kali ini.

Pemilih Muda Jadi Penentu

Berdasarkan data awal pergeseran demografi pemilih yang dihimpun dari proyeksi pemilu daerah, kelompok usia muda memegang kendali suara yang sangat signifikan di Sukabumi:

Kelompok PemilihEstimasi Persentase SuaraKarakteristik Utama
Gen Z & Milenial53%Kritis, aktif di media sosial, peduli isu lingkungan & lapangan kerja.
Gen X32%Stabil, peduli pada stabilitas ekonomi lokal dan harga pangan.
Baby Boomers15%Cenderung loyal pada figur tradisional atau partai tertentu.

Melihat komposisi ini, pendekatan digital (digital campaigning) yang kreatif dan transparan diprediksi akan menjadi medan pertempuran utama bagi para tim sukses untuk berebut simpati publik.

baca juga : Tingkatkan Literasi Politik, DPC PKB Kota Sukabumi Dukung Inisiatif “Sekolah Pemilih” KPU

Ajakan Menjaga Kondusivitas Daerah

Di sisi lain, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat juga terus gencar melakukan sosialisasi dan deklarasi pemilu damai. Pihak penyelenggara meminta seluruh kader partai dan simpatisan untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan berita bohong (hoaks).

“Politik adalah kontestasi gagasan untuk mencari pemimpin terbaik, bukan tempat memecah belah warga. Sukabumi punya tradisi gotong royong yang kuat, dan itu harus tetap dijaga di atas kepentingan politik praktis,” pungkas Heri. (SL/Red)

Apakah gaya penulisan berita politik ini sudah pas untuk sukabumilife.com, atau Anda ingin fokus pada momen politik yang lebih spesifik seperti pendaftaran paslon atau deklarasi koalisi partai tertentu?

(NL)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *