Gurih dan Tahan Lama, Ini Cara Membuat Buras Khas Bugis yang Cocok untuk Teman Makan Bakso dan Coto

Foto istimewa

SUKABUMI, sukabumilife.com – Buras atau burasa merupakan salah satu olahan beras khas masyarakat Bugis-Makassar yang mirip dengan lontong atau ketupat. Bedanya, buras dimasak menggunakan santan dan bumbu gurih, lalu dibungkus daun pisang berbentuk pipih mengotak yang diikat berpasangan.

Di Sukabumi, buras kini semakin populer dan sering disajikan sebagai pendamping hidangan berkuah seperti bakso, coto, opor, hingga cocolan bumbu serundeng kelapa. Teksturnya yang lembut, gurih, dan aromatik membuat siapa saja ketagihan.

Penasaran ingin membuatnya sendiri di rumah agar rasanya gurih sempurna dan tahan lama alias tidak mudah basi? Simak resep dan langkah praktisnya berikut ini!

Baca juga: 6-cara-alami-mengatasi-kulit-terbakar-matahari

Tips Penting Agar Buras Gurih dan Tahan Lama

  1. Gunakan Beras Berkualitas: Gunakan beras yang pulen agar tekstur buras lembut namun tetap kokoh.
  2. Kukus Lembaran Daun Pisang: Sebelum digunakan untuk membungkus, garang atau kukus sebentar daun pisang agar lemas dan tidak mudah robek saat dilipat.
  3. Ikat dengan Kencang: Proses mengikat dua buras secara berpasangan harus benar-benar kencang agar air tidak masuk ke dalam pembungkus saat direbus.
  4. Rebus Cukup Lama: Memasak buras butuh waktu rebus sekitar 2 hingga 3 jam agar beras benar-benar matang sempurna dan tidak cepat basi.

Resep Buras Gurih dan Padat

Bahan Utama:

  • 500 gram beras (cuci bersih dan tiriskan)
  • 1 liter santan (dari 1 butir kelapa tua)
  • 2 lembar daun salam
  • 2 batang serai (memarkan)
  • 1 sdt garam (sesuaikan selera)
  • Daun pisang secukupnya (potong ukuran ± 20×25 cm untuk pembungkus luar, dan ukuran lebih kecil untuk pelapis dalam)
  • Tali rafia atau benang kasur untuk mengikat

Cara Membuat:

1. Memasak Beras Santan (Aron)

  1. Tuangkan santan ke dalam panci, masukkan daun salam, serai, dan garam. Masak hingga santan mulai panas dan beraroma harum sambil terus diaduk agar santan tidak pecah.
  2. Masukkan beras yang sudah dicuci bersih.
  3. Aduk terus beras bersama santan di atas api sedang hingga santan terserap habis oleh beras (proses diaron).
  4. Matikan api, lalu tutup panci dan biarkan beras aron mendingin serta mengembang sebentar.

2. Membungkus Buras

  1. Ambil dua lembar daun pisang (lembar besar di luar dan lembar kecil di dalam agar tidak bocor).
  2. Ambil 2–3 sendok makan beras aron, letakkan di tengah daun, lalu ratakan hingga membentuk persegi panjang agak pipih.
  3. Lipat bagian kanan dan kiri daun ke tengah, lalu lipat kedua ujung atas dan bawahnya ke belakang hingga rapi.
  4. Lakukan hal yang sama untuk satu porsi buras lainnya.
  5. Tangkupkan dua buah buras dengan bagian lipatan saling berhadapan (berpasangan rapat).

3. Mengikat dan Merebus

  1. Ikat pasangan buras tersebut menggunakan tali rafia/benang kasur secara kencang di beberapa titik (biasanya 3 ikatan: tengah, atas, dan bawah).
  2. Tata buras yang sudah diikat ke dalam panci besar, lalu tuang air hingga seluruh buras terendam sempurna.
  3. Rebus buras dengan api sedang selama 2,5 hingga 3 jam. Tambahkan air panas jika air di dalam panci mulai berkurang.
  4. Setelah matang, angkat buras dan gantung atau tiriskan dalam posisi berdiri hingga benar-benar dingin dan airnya menetes habis.

(NK)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *