FOTO ISTIMEWA
SUKABUMILIFE.COM, — Duka mendalam menyelimuti korps pemadam kebakaran. Seorang petugas pemadam kebakaran (Damkar) DKI Jakarta gugur saat menjalankan tugas memadamkan kebakaran tumpukan sampah di Jalan Penggilingan Baru, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (1/8/2026).
Petugas yang gugur tersebut diketahui bernama Andriyono, yang menjabat sebagai Kepala Regu Kelompok Cepu Sektor Cipayung.
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Meghantara, mengonfirmasi kabar duka tersebut dan menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya almarhum.
“Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta turut berdukacita atas wafatnya Kepala Regu Kelompok Cepu Sektor Cipayung, Bapak Andriyono,” ujar Bayu dalam keterangan resminya, Minggu (2/8/2026).
BACA JUGA:Pohon Mahoni Tumbang Tutup Jalan Nasional di Palabuhanratu, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat
Kronologi Kejadian
Bayu menjelaskan, peristiwa kebakaran tempat penampungan sampah tersebut dilaporkan warga sekitar pukul 07.02 WIB. Untuk mengendalikan api, Dinas Gulkarmat mengerahkan sebanyak 10 unit mobil pemadam dan 50 personel ke lokasi kejadian.
Proses pemadaman dimulai sekitar pukul 07.11 WIB. Api berhasil dilokalisasi pada pukul 11.35 WIB, yang kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk mengurai material sampah yang mudah terbakar.
Saat operasi berlangsung, almarhum Andriyono bertugas sebagai tim pendukung yang bertanggung jawab mencari dan menyambungkan pasokan sumber air. Almarhum tidak berada di posisi penyemprotan api secara langsung.
Namun, ketika sedang melakukan penyambungan selang air, almarhum mendadak mengeluhkan rasa nyeri yang hebat di bagian dada.
“Saat melakukan penyambungan selang, almarhum tiba-tiba mengeluhkan nyeri pada bagian dada. Rekan kerja kemudian segera meminta bantuan medis. Almarhum mendapat penanganan awal di lokasi sebelum dievakuasi ke Rumah Sakit Harapan Bunda,” kata Bayu.
Punya Riwayat Penyakit Jantung
Kondisi kesehatan Andriyono terus menurun saat dilarikan ke rumah sakit. Tim medis di RS Harapan Bunda sempat berupaya maksimal melakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP), namun nyawanya tidak tertolong.
Almarhum dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.30 WIB. Pihak dinas mengonfirmasi bahwa almarhum memang memiliki riwayat penyakit jantung.
“Dinas Gulkarmat Provinsi DKI Jakarta menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum serta akan memastikan pemenuhan hak-hak almarhum sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkas Bayu.
Sumber:detiknews
(NT)









