Penyakit Ginjal Bisa Datang Diam-diam, Waspadai 4 Gejala dan Kebiasaan yang Memperparah

FOTO ISTIMEWA

SUKABUMILIFE.COM — Kerusakan ginjal tidak selalu diawali dengan rasa sakit atau keluhan yang mudah dikenali. Kemampuan organ ginjal dalam beradaptasi membuat penurunan fungsinya dapat berlangsung secara perlahan tanpa menimbulkan gejala berarti pada tahap awal. Alhasil, tak sedikit masyarakat yang baru menyadari adanya gangguan setelah menjalani pemeriksaan medis atau saat kondisi penyakit sudah telanjur berkembang jauh.

Konsultan Nefrologi dari Wockhardt Hospitals Mumbai Central, India, Dr. Nikhil Bhasin, menjelaskan bahwa sifat adaptif ginjal inilah yang sering kali membuat gangguan pada organ tersebut luput dari perhatian.

“Kerusakan ginjal itu seringnya berkembang pelan-pelan dan tenang. Makanya banyak orang tidak sadar sampai kondisinya sudah parah. Organ ini sangat adaptif, jadi meski fungsinya sudah mulai turun, tubuh belum tentu menunjukkan gejala peringatan di fase awal,” ujar Dr. Nikhil.

Waspadai 4 Tanda dan Gejala Awal

Ketika kerusakan ginjal mulai berlanjut, beberapa perubahan pada kondisi fisik tubuh akan muncul, meski kerap kali dianggap sebagai keluhan kesehatan biasa. Setidaknya ada empat tanda utama yang perlu diwaspadai:

  1. Pembengkakan ringan pada kaki atau pergelangan kaki
  2. Rasa lelah yang tidak biasa dan terus-menerus
  3. Sering buang air kecil di malam hari (nocturia)
  4. Menurunnya nafsu makan secara signifikan

Kendati demikian, munculnya tanda-tanda tersebut tidak serta-merta memastikan seseorang mengidap penyakit ginjal. Pemeriksaan medis dan tes laboratorium tetap diperlukan untuk menegakkan diagnosis secara pasti.

Kebiasaan Sehari-hari yang Memperparah Ginjal

Selain mewaspadai gejala fisik, pola hidup harian memegang peranan vital dalam menjaga organ ginjal. Konsultan Nefrologi KIMS Hospitals Thane, India, Dr. Sumiran Mahajan, mengungkapkan bahwa pola makan buruk dan asupan garam berlebih memberikan tekanan dan beban kerja ekstra pada ginjal.

“Ada hal-hal kecil yang dilakukan sehari-hari yang dampaknya sangat signifikan ke ginjal. Terlalu banyak makan junk food dan konsumsi garam berlebih itu memberi tekanan ekstra yang tidak perlu pada ginjal,” tutur Dr. Sumiran.

Tak hanya faktor makanan, kebiasaan mengonsumsi obat-obatan tanpa pengawasan dokter—terutama obat pereda nyeri (painkiller)—juga menjadi sorotan utama.

BACA JUGA:Dingin, Lumer, dan Super Soft! Ini Resep Iceberg Cheesecake Khas Asia yang Sedang Viral

“Penggunaan obat pereda nyeri tanpa saran medis bisa berdampak jangka panjang pada kondisi ginjal. Ini makin riskan buat orang yang punya riwayat diabetes dan hipertensi, karena dua kondisi itu merusak pembuluh darah penopang ginjal,” lanjutnya.

Faktor risiko lain yang dapat memperburuk fungsi ginjal meliputi kurangnya konsumsi air putih, malas berolahraga, serta faktor keturunan/genetik.

Pentingnya Pencegahan Sejak Dini

Mengingat gangguan ginjal pada stadium awal sering berjalan tanpa gejala yang kentara, tindakan pencegahan (preventif) menjadi kunci utama menjaga kesehatan.

Penerapan gaya hidup sehat—seperti mencukupi kebutuhan air putih harian, membatasi konsumsi garam, mengontrol gula darah serta tekanan darah, dan menghindari penggunaan obat sembarangan—sangat dianjurkan guna melindungi fungsi ginjal sejak dini

SUMBER: SUKABUMIKU.ID

(RSN)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *