foto istimewa
SUKABUMI — Jagat media sosial sempat dihebohkan dengan rekaman video pembongkaran fasilitas Rocket Stove (tungku pembakaran sampah) karya mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI). Peristiwa tersebut diketahui terjadi di Kampung Pasirbitung, Desa Mekartanjung, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi.
Pria yang melakukan perusakan, A Kuswandi alias Edong, akhirnya memberikan klarifikasi terkait aksi yang dilakukannya. Edong menegaskan bahwa ia bertindak atas perintah pemilik lahan, Haji Abuy, yang tak lain adalah kerabatnya.
Persoalan Izin Lahan dan Lokasi Bangunan
Edong menjelaskan, aksi pembongkaran dilakukan karena pembangunan tempat pembakaran sampah tersebut berdiri di atas lahan pribadi milik Haji Abuy tanpa mengantongi izin terlebih dahulu.
“Pertama kan yang punya tanah ngomong sama saya… pembangunan tempat sampah itu tidak ada izin sama si Haji Abuy yang punya tempat,” ujar Edong saat dihubungi pada Kamis (13/8/2026).
Sebelumnya, sempat terjadi perbedaan persepsi saat pertemuannya dengan mahasiswa KKN dan Kepala Desa Mekartanjung pada Sabtu (8/8/2026) malam. Pihak mahasiswa mengaku telah memegang izin dari pemerintah desa, sedangkan Kepala Desa menganggap area lereng tersebut sebagai ruang publik.
Namun, Edong membantah status area publik tersebut. Berdasarkan dokumen jual-beli, lahan lereng itu sah milik Haji Abuy. Pemilik keberatan karena area tersebut rencananya akan diurug untuk bangunan pribadi, ditambah adanya rasa khawatir terkait polusi bau sampah yang akan ditimbulkan.
Sempat Memberikan Toleransi
Pihak pemilik lahan sebenarnya telah meneruskan pesan suara keberatan tersebut kepada Sekretaris Desa Mekartanjung pada Minggu (9/8/2026) pagi agar tungku dipindahkan. Edong pun mengaku sempat memberikan tenggat waktu hingga Senin sore agar bangunan direspons dan dipindahkan oleh pihak desa maupun mahasiswa.
Namun, lantaran tak kunjung ada kejelasan saat ia melintas sepulang dari rumah sakit pada Senin (10/8/2026) sore, Edong memutuskan untuk merobohkan sendiri tungku buatan mahasiswa tersebut. Ia berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi bersama mengenai pentingnya kejelasan koordinasi perizinan lahan sebelum melaksanakan program pengabdian masyarakat.
baca juga:Videonya Viral, Polisi Berhasil Amankan Pemotor Ugal-ugalan di Cicurug Sukabumi
Tanggapan Pihak UMMI: Cari Informasi Utuh dan Utamakan Mahasiswa
Sikap terbuka juga disampaikan pihak kampus. Humas UMMI, Muhammad Taufik Hidayat, mengapresiasi inovasi dan semangat para mahasiswa KKN dalam membantu mengurai permasalahan sampah masyarakat.
Terkait insiden pembongkaran, Taufik menegaskan bahwa pihak universitas saat ini masih menggali informasi utuh dan belum mau terburu-buru mengambil kesimpulan.
- Pengumpulan Informasi: UMMI terus berkoordinasi untuk mendapatkan kronologi yang utuh dan akurat dari lapangan.
- Kondisi Mahasiswa: Pihak kampus memastikan keselamatan dan kondisi psikologis mahasiswa menjadi prioritas utama.
- Hubungan Masyarakat: Berdasarkan laporan awal, belum ditemukan indikasi konflik langsung antara mahasiswa dengan pihak desa maupun masyarakat setempat.
sumber:detik jabar
(RM)









