Pastikan Keamanan Layanan Makan Bergizi Gratis, 120 Relawan MBG Jampangkulon Jalani Skrining Kesehatan

FOTO ISTIMEWA

SUKABUMILIFE.COM – Kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu kunci utama keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Guna memastikan seluruh petugas dalam kondisi prima dan bebas penyakit, sebanyak 120 relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Alfathonah Jampangkulon menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh di Puskesmas Jampangkulon pada Senin (3/8/2026).

Skrining kesehatan ini diikuti oleh relawan yang berasal dari tiga dapur SPPG. Mereka merupakan petugas yang bertanggung jawab langsung dalam proses pengolahan hingga pendistribusian makanan bergizi kepada para penerima manfaat. Selain melengkapi persyaratan administrasi, langkah ini krusial untuk menjamin higiene dan keamanan pangan (food safety).

Tim Kesehatan Puskesmas Jampangkulon, dr. Adi Yusuf, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan dini demi menjaga kualitas sajian kuliner yang diproduksi.

“Seluruh relawan diperiksa kondisi kesehatannya agar benar-benar siap menjalankan tugas. Ini merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan serta memastikan makanan yang diproduksi dan didistribusikan ditangani oleh petugas yang sehat,” jelas dr. Adi.

BACA JUGA : Resep Nugget Kanzler Cabe Garam Viral: Cuma 10 Menit, Pedas Gurihnya Bikin Nambah Nasi!

Pada kesempatan yang sama, Kepala Puskesmas Jampangkulon, Yogianto, menegaskan komitmen sektor kesehatan dalam mengawal kelancaran program strategis ini. Menurutnya, standar pelayanan yang profesional dan aman harus dimulai dari kondisi kesehatan para pekerjanya.

“Kami mendukung penuh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Melalui skrining kesehatan ini, kami ingin memastikan seluruh relawan dapat bekerja secara optimal, sehingga masyarakat menerima layanan yang aman dan berkualitas,” tegas Yogianto.

Sinergi antara Puskesmas Jampangkulon dan Yayasan Alfathonah ini diharapkan menjadi pijakan kuat dalam menyukseskan Program MBG di wilayah Kabupaten Sukabumi. Dengan hadirnya relawan yang sehat dan terverifikasi, masyarakat dapat menerima layanan pemenuhan gizi secara aman, higienis, dan berkelanjutan.

SUMBER: SUKABUMIKU.ID

(RSN)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *