Diduga Terjadi Ketidaksesuaian Obat, Begini Kronologi Pasien Mata Menerima Salep Kulit di Puskesmas Kota Sukabumi

Foto istimewa

Sukabumilife.com — Dugaan kasus kelalaian pelayanan kesehatan dialami oleh A.K., seorang warga Kecamatan Baros, Kota Sukabumi. Pasien yang semula mendatangi puskesmas setempat untuk mengobati sakit pada bagian dalam mata justru diduga menerima obat jenis salep kulit.

Kejadian bermula saat A.K. mengikuti alur pemeriksaan rutin di fasilitas kesehatan tersebut dan menyampaikan keluhan spesifik terkait rasa sakit di bagian dalam mata kepada tenaga medis. Namun, kebingungan timbul usai pasien menerima resep dan mengambil obat di bagian farmasi, di mana obat yang diserahkan ternyata berupa salep untuk penggunaan luar pada kulit.

Baca juga: Teror Ketuk Pintu hingga Kasus TPPO ke China, Berita Sukabumi Sepekan Edisi 21–27 September

Desakan Penelusuran Alur Pelayanan

Sontak kejadian ini memicu keprihatinan dari keluarga pasien serta pemerhati pelayanan publik. Ketua Gerakan Prima Sukabumi, Danial Fadhillah, menegaskan perlunya audit dan penelusuran menyeluruh terhadap alur pelayanan medis dari awal hingga penyerahan obat.

“Harus dilihat dari awal. Pasien datang mengeluhkan sakit di bagian dalam mata, kemudian diperiksa. Setelah itu apa diagnosisnya, obat apa yang diresepkan dan obat apa yang akhirnya diberikan kepada pasien. Semua tahapan itu harus jelas,” ujar Danial.

Menurutnya, pihak puskesmas harus memastikan apakah kesalahan terjadi pada saat penulisan resep oleh dokter, verifikasi di bagian apotek, atau kesalahan pengambilan obat saat penyerahan kepada pasien. Sebaliknya, jika obat yang diberikan memang sesuai resep, harus ada penjelasan medis yang masuk akal mengenai pertimbangan pemberian salep kulit untuk keluhan mata.

Prioritaskan Keselamatan Pasien dan Evaluasi

Gerakan Prima Sukabumi juga meminta pihak fasilitas kesehatan untuk segera mendampingi pasien, memastikan kondisi kesehatan A.K. pasca-kejadian, serta memberikan tindak lanjut medis yang tepat.

Di samping memberikan transparansi kronologi guna menghindari kesimpulan sepihak, pihak puskesmas diharapkan menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi ketat agar kasus serupa tidak terulang kembali di kemudian hari demi menjamin keselamatan pasien.

Sumber: Sukabumiku.id

(NK)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *