Teror Ketuk Pintu hingga Kasus TPPO ke China, Berita Sukabumi Sepekan Edisi 21–27 September

Foto istimewa

SUKABUMI – Dinamika peristiwa di Sukabumi dan sekitarnya sepanjang pekan ini diwarnai oleh sederet isu hangat dan krusial. Mulai dari keresahan warga akibat isu teror ketuk pintu misterius di Kecamatan Sukaraja, hingga keberhasilan aparat kepolisian membongkar sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menyasar warga Cisaat untuk dikirim ke China.

Melalui rangkuman mingguan ini, Sukabumilife.com menghadirkan kembali 8 berita utama yang paling ramai diperbincangkan dan menjadi sorotan pembaca sepanjang pekan terakhir. Berikut kilas balik peristiwa selengkapnya:

1. Penyu Mati Terdampar di Pantai Ujunggenteng

Seekor penyu dewasa dengan bobot diperkirakan mencapai 50–70 kilogram ditemukan mati terdampar di Pantai Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Minggu pagi (21/9/2025).

Bangkai mamalia laut tersebut pertama kali dilihat oleh nelayan setempat sekitar pukul 07.00 WIB dalam posisi terombang-ambing ombak sebelum akhirnya terseret ke dekat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujunggenteng. Kematian satwa dilindungi ini memperpanjang catatan kelam ekosistem pesisir selatan Sukabumi setelah kasus serupa menimpa seekor penyu hijau di Pantai Minajaya, Surade, pada Juli lalu.

2. Sosok di Balik Teror Ketuk Pintu di Sukaraja Terungkap?

Keresahan masyarakat terkait isu teror ketuk pintu dan jendela rumah yang viral di media sosial Sukabumi akhirnya mulai menemukan titik terang. Jagat maya dihebohkan oleh unggahan rekaman CCTV dari akun Facebook Siti Nurjanah pada Senin malam (22/9/2025).

Video tersebut memperlihatkan pergerakan seorang pria misterius di wilayah Kecamatan Sukaraja yang diduga kuat sebagai pelaku di balik aksi ketuk pintu acak yang meresahkan warga saat malam hari.

3. Satu Orang Tewas di Tambang Ilegal Lengkong

Aktivitas tambang emas ilegal di Kabupaten Sukabumi kembali memakan korban jiwa. Seorang penambang dilaporkan tewas akibat menghirup gas beracun saat beraktivitas di dalam lubang tambang di Blok Cigalumpit, Desa Tegallega, Kecamatan Lengkong, pada Selasa siang (23/9/2025).

Kepala Desa Tegallega, Fuad Abdul Latif, membenarkan insiden di lahan eks perkebunan PT Sindu Agung tersebut. Dari dua penambang yang menjadi korban, satu orang dinyatakan meninggal dunia di tempat.

4. Kerjasama Pengelolaan Wakaf Pemkot Sukabumi Diklaim Sesuai Aturan

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menegaskan bahwa kerja sama pengelolaan wakaf dengan nadzir berjalan transparan dan berorientasi penuh pada kemaslahatan umat.

Kepala Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi, Yudi Pebriansyah, angkat bicara dan mengklaim kolaborasi dengan YPPDB telah memiliki payung hukum yang kuat, mengacu pada UU No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, PP No. 42 Tahun 2006, serta Peraturan Badan Wakaf Indonesia (BWI) No. 1 Tahun 2020.

BACA JUGA:Apresiasi Kinerja Petugas, KPU Kota Sukabumi Gelar Evaluasi Tahapan Pilkada

5. Sesar Bayah-Salak Picu Gempa Puluhan Kali di Sukabumi

Rentetan gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Sukabumi, dengan salah satu guncangan paling terasa bermagnitudo 4,0 pada Sabtu (20/9/2025) dini hari. Aktivitas seismik ini dilaporkan memicu kerusakan bangunan di wilayah Kecamatan Kabandungan.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, menjelaskan bahwa aktivitas gempa puluhan kali ini dipicu oleh aktivitas Sesar Bayah–Salak Segmen Cianten, sesuai dengan peta patahan aktif tahun 2024.

6. 32 Siswa SMK di Palabuhanratu Keracunan MBG

Kasus dugaan keracunan massal menimpa 32 siswa di SMK Doa Bangsa Palabuhanratu pada Rabu (24/9/2025). Insiden ini diduga terjadi setelah para siswa mengonsumsi paket Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Puskesmas Palabuhanratu, Ade Kartini Tresnawati, mengonfirmasi pihaknya langsung menerjunkan tim tenaga kesehatan ke lokasi sesaat setelah menerima laporan pada pukul 13.10 WIB untuk memberikan penanganan medis darurat.

7. Kisah Pilu TKW Ciracap Pulang Setelah 16 Tahun Tanpa Kabar

Isak tangis mewarnai kepulangan Saodah (56), warga Kampung Nangerang, Desa Purasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Saodah yang sempat dianggap meninggal dunia karena hilang kontak sejak berangkat menjadi ART ke Timur Tengah pada April 2009, akhirnya berhasil pulang.

Ia kembali ke kampung halaman membawa trauma mendalam setelah mengaku disiksa, disekap, dilarang memegang alat komunikasi, hingga nyaris menjadi korban pelecehan oleh majikannya.

8. Dua Pelaku TPPO Wanita Cisaat Berhasil Diringkus

Polres Sukabumi Kota bersama Polda Jawa Barat berhasil meringkus kakak beradik berinisial JA dan Y di wilayah Cianjur. Keduanya merupakan bagian dari sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Keduanya ditangkap setelah menjebak seorang wanita asal Cisaat bernama Reni Rahmawati (23), untuk diterbangkan dan “dijual” ke China dengan modus kawin kontrak atau pernikahan palsu. Saat ini, polisi masih memburu empat pelaku lain yang masuk daftar pencarian orang (DPO).

Sumber : sukabumiku.id

(NK)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *