FOTO ISTIMEWA
SUKABUMILIFE.COM — Hujan deras yang disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (20/8/2026) sore sekitar pukul 17.15 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan sedikitnya sembilan rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap.
Berdasarkan laporan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Parakansalak, dampak angin kencang ini tersebar di tiga desa, yakni Desa Bojonglongok, Desa Lebaksari, dan Desa Bojongasih.
Rincian Kerusakan di Tiga Desa
Petugas P2BK Parakansalak, Jujun Juaeni, mengungkapkan bahwa titik kerusakan terbanyak ditemukan di Kampung Gosali RT 04/06, Desa Bojonglongok, di mana terdapat enam rumah warga yang mengalami kerusakan pada bagian atap.
Pemilik enam rumah di Desa Bojonglongok tersebut yakni:
- Endang Koswara (dihuni 7 jiwa)
- Tatang (dihuni 3 jiwa)
- Nuraeni (dihuni 2 jiwa)
- Odah Saodah (dihuni 1 jiwa)
- Idjar (dihuni 2 jiwa)
- Badri (dihuni 3 jiwa)
Sementara itu, dua rumah lainnya berada di Kampung Tangkil RT 02/05, Desa Lebaksari, yaitu milik Mulyadi (dihuni 4 jiwa) dan Soleh (dihuni 3 jiwa). Adapun satu rumah lagi terletak di Kampung Citiis RT 02/03, Desa Bojongasih, milik Omay (dihuni 1 jiwa) yang juga mengalami kerusakan atap.
“Rumah yang terdampak tersebar di tiga desa,” ujar Jujun.
Kondisi Lapangan dan Penanganan
Meskipun merusak bagian atap sejumlah rumah warga, dipastikan tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat kejadian tersebut.
Usai menerima informasi bencana, Tim Pusdalops langsung berkoordinasi dengan pemerintah Desa Bojonglongok, Lebaksari, dan Bojongasih untuk melakukan asesmen lapangan. Penanganan di lokasi melibatkan berbagai unsur gabungan, seperti P2BK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Tagana, pengurus RT/RW, serta warga setempat.
BACA JUGA : Hemat Biaya Servis! Begini Cara Mudah Memasang LCD HP Sendiri di Rumah
Jujun menambahkan, usai kejadian hujan dan angin kencang memang telah reda. Namun, proses evakuasi material kerusakan belum dapat dilakukan pada malam hari usai insiden terjadi.
“Kondisi saat ini hujan sudah reda, material belum dievakuasi karena malam,” jelasnya.
Untuk penanganan awal, warga yang rumahnya terdampak sangat membutuhkan bantuan mendesak, seperti terpal sebagai penutup sementara, peralatan dapur, serta bahan material untuk perbaikan atap. Saat ini, total nilai kerugian materiil akibat bencana ini masih dalam proses penghitungan dan kajian oleh petugas di lapangan.
SUMBER SUKABUMIKU.ID
(AN)









