FOTO ISTIMEWA
SUKABUMI — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangkalaya 01 di bawah naungan Yayasan Tidar Biru Sejahtera menggelar acara syukuran memperingati satu tahun berdirinya lembaga tersebut pada Jumat (21/8/2026). Peringatan milad pertama ini berlangsung khidmat sekaligus hangat dengan pembagian santunan serta kejutan hadiah ibadah umrah.
Rangkaian acara diawali dengan doa bersama dan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW, dilanjutkan dengan ramah tamah dan penyerahan santunan berupa paket sembako kepada hampir 50 relawan, ahli gizi, ahli keuangan, hingga kepala dapur yang selama ini menjadi garda terdepan operasional SPPG.
BACA JUGA:Menunggu Kelahiran Arbituren Baru Setelah Arbituren 98 di Tengah Politik Nasional
Bentuk Syukur dan Kejutan Hadiah Umrah
Kepala Yayasan Tidar Biru Sejahtera, Sayid Agil, menyampaikan bahwa peringatan ini menjadi momentum penting untuk mensyukuri dinamika perjalanan SPPG Mangkalaya 01 sebagai salah satu perintis SPPG di wilayah Mangkalaya dalam mengawal program prioritas Presiden, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Alhamdulillah kita sudah melewati masa-masa memulai SPPG, yang merupakan SPPG pertama di Mangkalaya. Beribu-ribu rintangan luar biasa sudah kita lewati,” ujar Sayid Agil.
Momen haru mewarnai puncak acara ketika pihak yayasan menyerahkan apresiasi khusus berupa hadiah ibadah umrah kepada Arya selaku Person in Charge (PIC) Yayasan. Hadiah tersebut rencananya akan dipersembahkan oleh Arya kepada sang ibu sebagai bentuk bakti dan penghormatan.
“Ini sebenarnya awalnya tidak akan kita publikasikan. Tetapi bertepatan dengan hari ulang tahun ini, menjadi momentum yang tepat. Saya bersama istri memberikan langsung kepada Saudara Arya,” ungkap Sayid.
Siap Beradaptasi dengan Sistem Digital BGN
Memasuki tahun kedua operasionalnya, SPPG Mangkalaya 01 berkomitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan gizi bagi peserta didik tingkat sekolah dasar dan taman kanak-kanak di wilayah Mangkalaya dan sekitarnya.
Di samping itu, pihak pengelola menyatakan kesiapannya untuk beradaptasi dengan berbagai regulasi serta sistem tata kelola baru yang diterbitkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), salah satunya melalui penerapan platform digital Sistem Informasi Pelayanan Gizi Nasional (SIPGN).
Melalui SIPGN, setiap divisi—mulai dari kepala dapur, ahli gizi, pengawas keuangan, hingga asisten lapangan—diwajibkan mengunggah laporan kinerja harian secara terintegrasi dan real-time.
“Selain lebih transparan, laporan juga lebih rapi setiap harinya. Semua tantangan dan penyesuaian regulasi ini akan kita jadikan evaluasi agar pelayanan pemenuhan gizi bagi penerima manfaat dapat terus berjalan secara optimal,” tegas Sayid.
sumber:sukabumi.ku
(AAP)









