foto istimewa
SUKABUMILIFE — Lonjakan kembali terjadi di pasar energi global. Harga minyak mentah dunia berstandar internasional Brent resmi menembus level 106 dollar AS per barel pada perdagangan Senin (28/9/2026) pagi, setelah sebelumnya sempat mengalami tren penurunan.
Konfirmasi kenaikan tajam ini dipicu oleh keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang secara terbuka menolak proposal terbaru dari Iran terkait rencana pembukaan kembali jalur krusial Selat Hormuz.
Berdasarkan laporan riset BRI Danareksa Sekuritas, Trump menilai pihak Iran telah mengambil posisi yang terlalu jauh dalam tawar-menawar tersebut. Kendati demikian, negosiasi lanjutan diperkirakan tetap akan bergulir kembali pada pekan ini.
Baca juga:Pidato di Sidang PBB, Presiden Palestina Tagih Janji Donald Trump Cegah Pengusiran dan Anexasi
Ketegangan Geopolitik dan Jalur Vital Energi
Di sisi lain, pihak Iran menyatakan masih menanti respons definitif dari pemerintah AS selama kurun waktu tujuh hari ke depan terkait proposal pembukaan Selat Hormuz.
“Iran menegaskan tidak akan melonggarkan persyaratannya, meningkatkan ketidakpastian pemulihan arus minyak melalui Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi global,” tulis laporan riset BRI Danareksa Sekuritas, Senin (28/9/2026).
Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah juga kian memanas menyusul insiden keamanan baru. Dilaporkan bahwa Arab Saudi berhasil mencegat sebuah drone milik kelompok Houthi yang mengarah ke Riyadh, serta rudal yang menargetkan wilayah Khamis Mushait. Peringatan keamanan darurat turut dikeluarkan di wilayah Abha dan Jazan, yang menjadi lokasi beroperasinya fasilitas-fasilitas penting perusahaan energi Saudi Aramco.
Respons Pasar dan Kebijakan Domestik AS
Di dalam negeri AS, lonjakan harga energi ini direspon serius oleh pemerintah. Presiden Donald Trump dikabarkan tengah mempertimbangkan opsi pelarangan ekspor diesel guna meredam kenaikan harga bahan bakar domestik yang kian membebani masyarakat.
Mengutip data Reuters, pergerakan harga minyak mentah menunjukkan tren penguatan yang signifikan:
- Minyak Mentah Brent naik sebesar 1,32 dollar AS (1,27 persen) ke level 105,64 dollar AS per barel pada pukul 07.36 WIB.
- Minyak Mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turut terkerek naik 70 sen (0,76 persen) menjadi 93,11 dollar AS per barel.
Sebelumnya, proposal perdamaian ini sempat diserahkan oleh pihak Iran pada pekan lalu melalui mediator asal Qatar di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Meski Trump sempat menyatakan penolakannya pada Sabtu (26/9/2026), ia kemudian mengindikasikan dalam wawancara telepon dengan Axios pada Minggu (27/9/2026) bahwa para negosiator kedua negara dijadwalkan kembali membuka meja perundingan pekan ini.
Sumber: Kompas.com
(LS)









