Memaknai Hari Batik Nasional 2 Oktober: Sejarah Panjang Pengakuan Dunia hingga Kebanggaan Warisan Leluhur

foto istimewa

SUKABUMILIFE.COM — Setiap tanggal 2 Oktober, seluruh masyarakat Indonesia merayakan Hari Batik Nasional. Momen ini tidak hanya menjadi ajang untuk mengenakan busana batik terbaik ke tempat kerja maupun sekolah, tetapi juga sebagai wujud kecintaan dan kebanggaan mendalam terhadap identitas budaya bangsa yang telah mendunia.

Lantas, bagaimana sejarah di balik ditetapkannya tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional? Mari kita telusuri jejak perjalanannya!

Asal-Usul dan Sejarah Hari Batik Nasional

Penetapan Hari Batik Nasional berakar dari momen penting pengakuan internasional oleh badan PBB, UNESCO.

Baca juga:Pidato di Sidang PBB, Presiden Palestina Tagih Janji Donald Trump Cegah Pengusiran dan Anexasi

Pada 2 Oktober 2009, UNESCO secara resmi mengukuhkan batik Indonesia sebagai Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity (Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi) dalam sidang yang berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Pengakuan ini diberikan setelah melalui proses pendaftaran dan pengajuan resmi yang dimulai sejak tahun 2008 oleh pemerintah Indonesia bekerja sama dengan komunitas batik.

Sebagai bentuk apresiasi atas pengakuan dunia tersebut, pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemudian menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 33 Tahun 2009 yang secara resmi menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional.

Makna dan Filosofi di Balik Sekransium Kain Batik

Batik bukan sekadar selembar kain bermotif indah. Di setiap guratan canting dan tetesan malam (lilin) tersimpan filosofi luhur kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang bangsa Indonesia.

Setiap daerah di Nusantara, termasuk wilayah Jawa Barat dan sekitarnya, memiliki corak dan karakteristik khas tersendiri yang menceritakan nilai-nilai kearifan lokal, doa, harapan, serta status sosial pada masa lampau. Melalui batik, identitas budaya Indonesia dirajut dalam kebhinekaan.

Merayakan Hari Batik di Era Modern

Kini, batik telah bertransformasi menjadi busana yang modis dan digemari oleh berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga generasi muda milenial dan Gen Z. Desain dan potongan pakaian batik yang semakin dinamis membuat batik cocok dikenakan dalam berbagai suasana, baik formal maupun kasual.

Sebagai Wargi Sukabumi, merayakan Hari Batik Nasional dapat diwujudkan dengan sederhana namun bermakna:

  • Mengenakan busana atau atribut bermotif batik hari ini.
  • Mendukung perajin batik lokal Nusantara agar terus berkarya.
  • Mengenalkan sejarah dan kecintaan batik kepada generasi penerus bangsa.

Selamat Hari Batik Nasional 2 Oktober 2026! Bangga berbatik, bangga Indonesia.

Bagaimana Wargi Sukabumi merayakan Hari Batik Nasional hari ini? Motif batik apa yang menjadi favorit Anda?

(LS)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *