Foto : Istimewa
SUKABUMI – Akses vital di ruas Jalan Alternatif Karangtengah–Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, kini terganggu. Sebuah jembatan kecil di jalur tersebut amblas tergerus longsor pada Jumat malam (1/5/2026), yang dipicu oleh cuaca ekstrem dan beban kendaraan berat yang tak terkendali.
Peristiwa yang terjadi di Kampung Babakan Karang RT 05/07, Desa Karang Tengah ini tidak hanya memutus sebagian badan jalan, tetapi juga merusak fasilitas umum milik warga sekitar.
Kronologi Kejadian: Gemuruh Setelah Magrib
Menurut penuturan warga setempat, Samsul (35), sebelum amblas, wilayah Cibadak memang diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak sore hari.
“Habis hujan deras, terdengar suara gemuruh air. Lalu tanah longsor sekitar habis Magrib, jam tujuh-an,” ungkap Samsul saat memberikan keterangan di lokasi kejadian, Sabtu (02/05/2026).
Samsul yang menyaksikan langsung detik-detik ambruknya jembatan tersebut menyebutkan bahwa tembok penahan tanah (TPT) juga ikut runtuh. Akibatnya, saluran air bersih untuk konsumsi warga ikut terputus total.
BACA JUGA :Guru Keluhkan Wadah Makanan MBG Diduga Berbahaya, Siswa di Sukaraja Terluka
Sorotan Tajam: Beban Kendaraan Tak Sebanding Kualitas Jalan
Amblasnya jembatan ini memicu reaksi keras dari para pengguna jalan. Bukan hanya soal faktor alam, tingginya volume kendaraan bertonase besar atau Over Dimension Over Loading (ODOL) dituding menjadi biang kerok cepatnya kerusakan infrastruktur di jalur alternatif tersebut.
Seorang sopir yang sering melintas, Asep, mengeluhkan kondisi jalan yang dipaksakan menampung beban di luar batas kemampuan konstruksi.
“Harus segera diperbaiki secara permanen. Masalahnya, muatan-muatan berat yang lewat sini setiap hari tidak sebanding dengan kualitas jalannya. Kalau cuma diperbaiki tanpa ada pengawasan tonase, ya bakal rusak lagi,” tegas Asep.
Ia menduga, getaran dari kendaraan over kapasitas telah melemahkan struktur tanah di bawah jembatan jauh sebelum hujan deras memicu longsor.
Harapan Warga kepada Pemerintah
Hingga saat ini, arus lalu lintas di lokasi dilakukan secara bergantian demi keamanan pengguna jalan. Warga dan pengendara mendesak Pemerintah Kabupaten Sukabumi serta dinas terkait untuk:
- Melakukan perbaikan darurat agar akses logistik dan aktivitas warga tidak lumpuh total.
- Membangun kembali TPT yang rusak guna menyambung kembali pipa saluran air warga yang terputus.
- Memperketat pengawasan kendaraan berat yang masuk ke jalur alternatif agar usia pakai jalan bisa lebih lama.
“Semoga cepat diperbaiki secara menyeluruh, jangan hanya ditambal sulam. Kami ingin aktivitas normal lagi dan merasa aman saat melintas, apalagi sekarang masih musim hujan,” pungkas Samsul.
Sumber : sukabumiku.id
Editor: Redaksi SukabumiLife.com









