FOTO ISTIMEWA
SUKABUMI, sukabumilife.com — Jagat media sosial di Sukabumi digegerkan oleh kabar memilukan dari wilayah Jampang. Seorang ayah di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, diduga kuat tega mencabuli dan memerkosa anak kandungnya sendiri yang baru berusia 11 tahun dan duduk di bangku kelas 5 SD.
Mirisnya, kasus biadab ini sempat dikabarkan berujung ‘damai’ lantaran keluarga korban mendapat intimidasi dan terkendala biaya untuk melapor ke pihak kepolisian.
Berawal dari Unggahan Konten Kreator
Informasi dugaan kekerasan seksual di pelosok Surade ini pertama kali mencuat setelah diunggah oleh akun Facebook Chacha’s Hits daily life, seorang content creator yang memiliki ratusan ribu pengikut. Dalam unggahan tersebut, tampak foto terduga pelaku bersama korban yang wajahnya telah disamarkan demi melindungi identitas anak.
Ibunda Chacha, Eva Rosalina, mengonfirmasi bahwa pihak keluarga sengaja membantu memviralkan kasus ini setelah menerima aduan langsung dari warga Jampang pada Selasa (2/6/2026).
“Warga di sana itu banyak yang bingung mau memviralkan kasus ini dari mana. Kebetulan anak saya content creator, jadi anak saya membantu untuk mengangkat kasus ini di sosial medianya biar cepat diusut,” ungkap Eva, Jumat (5/6/2026) malam.
BACA JUGA : Viral Gunungan Sampah Medis di Got Palabuhanratu, Rekaman CCTV Bongkar Fakta Mengejutkan!
Kronologi Kejadian dan Kondisi Korban yang Memprihatinkan
Berdasarkan kronologi yang dihimpun, aksi bejat pelaku dilakukan saat rumah mereka dalam kondisi sepi. Kejadian ini baru terbongkar pada sore hari saat sang ibu pulang ke rumah.
Kondisi korban dilaporkan sangat memprihatinkan, baik secara fisik maupun psikologis:
- Trauma Mendalam: Korban terus murung dan mengurung diri.
- Minim Penanganan Medis: Korban mengalami luka robek fisik yang serius. Karena keterbatasan akses di pelosok, luka tersebut dikabarkan hanya diobati menggunakan ramuan kunyit tanpa penanganan medis yang layak.
Mengetahui tindakan keji suaminya, ibu korban sempat histeris dan marah besar. Namun, pelaku justru mengintimidasi keluarga dengan ancaman akan bunuh diri jika kasus ini dilaporkan ke polisi, hingga akhirnya sempat muncul surat pernyataan damai.
Desakan Hukum dan Evakuasi Korban
Eva Rosalina menegaskan bahwa kasus kekerasan terhadap anak tidak boleh diselesaikan secara kekeluargaan. Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian agar segera menjemput bola dan menangkap pelaku.
Selain mendesak keadilan hukum, Eva juga menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi safe house (rumah aman) di Jakarta guna memulihkan trauma psikologis dan fisik sang anak.
Respons Pemerintah Setempat
Merespons keresahan warga, Camat Surade, U Suryana, membenarkan adanya laporan mengenai peristiwa tersebut. Berdasarkan informasi dari kepala desa setempat, penanganan awal terhadap keluarga korban sudah mulai dilakukan.
“Itu kemarin teh ada berita dari Pak Kades. Katanya oleh Pak Kades sudah ditangani. Sudah diamankan anak dan ibunya. Terus itunya katanya, pihak orang tuanya (pelaku) udah diamankan sama aparat berwajib gitu,” ujar Suryana singkat.
Warga Sukabumi kini mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini tanpa pandang bulu demi memberikan keadilan mutlak bagi korban. (sl)
sumber : detik jabar
[rs]









