Anti Amis dan Bebas Pasir! Rahasia Memasak Tutut Lezat Khas Sukabumi yang Gurih Meresap

foto ilustrasi

SukabumiLife.com – Siapa warga Sukabumi yang bisa menolak gurih dan pedasnya sajian tutut (keong sawah)? Kuliner tradisional berkuah rempah ini memang selalu berhasil bikin ketagihan.

baca juga:Wisata Kuliner Sukabumi Menjamur, Begini Cara Menikmati Makanan Lezat Tanpa Takut Gemuk!

Namun, mengolah tutut gampang-gampang susah. Kalau salah olah, tutut bisa berbau amis, berlumpur, atau bau tanah. Supaya hasilnya sempurna dan bikin nagih, ikuti tips mengolah tutut berikut ini!

Langkah Penting: Pembersihan & Persiapan

  1. Rendam Semalaman dengan Air Cucian Beras
    • Ini rahasia utamanya! Rendam tutut hidup dalam air cucian beras (banyu beras) selama 6–12 jam atau semalaman. Air beras akan memicu tutut mengeluarkan kotoran dan lumpur yang tertinggal di dalam cangkangnya.
  2. Potong Ujung Cangkang (Di-tutuh)
    • Potong sedikit bagian belakang/ekor cangkang tutut menggunakan pisau tebal atau tang. Selain untuk membuang kotoran bagian dalam, potong cangkang ini bertujuan agar bumbu meresap dan tutut mudah disedot (di-seruput) saat dimakan.
  3. Cuci Berulang dan Sikat Cangkang
    • Cuci tutut dengan air mengalir sampai airnya benar-benar bening. Sikat cangkangnya jika masih ada lumut yang menempel.

Tips Memasak & Meracik Bumbu

  • Rebus Awal dengan Rempah Penghilang Amis: Rebus tutut sebentar di air mendidih yang ditambahi daun salam, serai, dan seruas jahe geprek selama 10–15 menit. Buang air rebusan pertama ini untuk menghilangkan aroma amis dan sisa kotoran.
  • Gunakan Bumbu Kuning Pedas Melimpah: Haluskan kunyit, bawang merah, bawang putih, kemiri, dan cabai rawit secukupnya. Tumis bumbu halus bersama daun jeruk dan salam hingga harum sebelum memasukkan tutut.
  • Tambahkan Santan Encer/Daun Bawang di Akhir: Agar kuahnya gurih nyoy, tambahkan sedikit santan encer dan irisan daun bawang menjelang diangkat.

(AAP)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *