FOTO ISTIMEWA
SUKABUMILIFE — Insiden kebakaran hebat melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul yang berlokasi di Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. Berdasarkan laporan di lapangan, musibah ini membakar lahan seluas sekitar 4 hektare atau setara dengan 40.000 meter persegi, serta memicu kepulan kabut asap pekat yang menyebar hingga radius 5 kilometer dari titik kejadian.
Peristiwa ini diketahui telah berlangsung sejak beberapa hari terakhir. Laporan awal insiden diterima petugas pada Sabtu (26/9) malam dan sempat berhasil dikendalikan sementara. Namun, pada Minggu (27/9) api kembali berkobar di beberapa titik hingga akhirnya meluas pada Senin (28/9/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, menjelaskan bahwa musibah ini bermula dari laporan warga sekitar. Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, kemunculan api pertama kali terpantau berasal dari area tengah tumpukan sampah.
“Api menyambar beberapa gubuk (pengepul sampah) yang berdekatan dengan sumber api. Diduga kejadian ini disebabkan oleh adanya aktivitas pembakaran sampah yang kemudian dipicu oleh tumpukan sampah yang mengandung gas metana,” ujar Yoseph, Senin (28/9/2026).
Ia menambahkan, dampak dari meluasnya kebakaran tersebut tidak hanya menghanguskan area pembuangan, tetapi juga menimbulkan kabut asap tekat yang mengganggu udara sekitar. “Dampak lainnya kabut asap yang pekat dan menyebar kurang lebih lima kilometer dari lokasi kebakaran,” imbuhnya.
baca juga:Tingkatkan Literasi Politik, DPC PKB Kota Sukabumi Dukung Inisiatif “Sekolah Pemilih” KPU
Penanganan Darurat oleh Tim Gabungan
Menghadapi situasi darurat ini, unsur gabungan dari berbagai instansi terkait langsung bergerak cepat mendatangi lokasi untuk melakukan assessment, pendataan, dan penanganan darurat secara intensif. Hingga saat ini, petugas pemadam kebakaran bersama tim di lapangan masih berjibaku memadamkan sisa-sisa api yang terpantau masih menyala dalam skala kecil di sejumlah titik tumpukan sampah.
Selain fokus pada pemadaman material sampah di bawah terik matahari, pihak BPBD juga mendirikan tenda darurat di sekitar lokasi. Tenda tersebut disiapkan sebagai tempat peristirahatan bagi para petugas yang bekerja keras di garis depan, demi menjaga kondisi fisik dan keselamatan mereka.
Warga yang tinggal di sekitar kawasan terdampak diimbau untuk tetap waspada, mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna menghindari gangguan pernapasan akibat paparan asap pekat, serta menghindari segala bentuk aktivitas pembakaran terbuka di tengah cuaca panas saat ini.
sumber:sukabumiku
(AAP)









