Dispar Kabupaten Sukabumi Soroti Aksi Pria Berpakaian Vulgar di Kasepuhan Gelar Alam: Jaga Nilai Budaya!

foto istimewa

SUKABUMILIFE.COM — Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi angkat bicara terkait viralnya aksi seorang pria berpakaian minim dan vulgar dalam sebuah acara di Kasepuhan Gelar Alam, Kecamatan Cisolok. Peristiwa ini diharapkan menjadi bahan evaluasi total agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Kepala Dispar Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengaku cukup terkejut dengan adanya insiden tersebut. Pasalnya, aksi itu terjadi di tengah kegiatan adat yang sarat akan nilai luhur serta berada di kawasan yang memiliki arti penting dalam konsep geopark, baik dari sisi biokultur maupun warisan geologi.

“Kami juga kaget, karena ini terjadi dalam kegiatan yang penuh nilai budaya yang seharusnya dijaga dan dilestarikan,” ujar Ali Iskandar kepada media, Senin (13/4/2026).

Di Luar Konsep dan Alami Kebobolan

Ali menyebutkan, pihak Dispar sependapat dengan panitia penyelenggara yang mengakui adanya kelalaian dalam pengawasan di lapangan. Aksi vulgar tersebut murni terjadi di luar rencana dan konsep acara yang telah disusun matang sejak awal.

“Kami sepakat dengan panitia bahwa ini merupakan kecolongan dan berada di luar konsep kegiatan,” katanya.

BACA JUGA : Seru! Truk SnackVideo 2026 Keliling Daerah, Bawa Panggung Hiburan hingga Aksi Sosial

Bukan Sekadar Hiburan, Tapi Edukasi

Lebih lanjut, Ali menekankan bahwa setiap kegiatan yang digelar di kawasan kampung adat memiliki tanggung jawab moral yang besar. Acara adat tidak boleh hanya dipandang sebagai panggung hiburan semata, melainkan harus memuat nilai edukasi yang kuat untuk generasi penerus.

“Kegiatan di kampung adat bukan sekadar seni dan hiburan, tetapi juga mengandung nilai edukasi yang harus kita jaga dan wariskan,” jelas Ali.

Ia berharap insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pihak, terutama para penyelenggara acara (event organizer), untuk lebih memperketat pengawasan dan memperhatikan aspek etika yang selaras dengan adat istiadat setempat.

“Mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran bersama dan tidak terulang kembali,” pungkasnya.

Sebelumnya, jagat media sosial dihebohkan dengan potongan video yang memperlihatkan seorang pria mengenakan pakaian minim dan menari vulgar. Aksi tersebut diketahui terjadi di sela-sela kemeriahan acara khitanan putra pimpinan adat Kasepuhan Gelar Alam, Abah Ugi Sugriana Rakasiwi, hingga menuai beragam reaksi negatif dari warganet dan masyarakat Sukabumi.

SUMBER : SUKABUMIKU.ID

(AN)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *