Intensitas Hujan Tinggi, PLN Bagikan Tips Aman Hindari Bahaya Sengatan Listrik

Gambar istimewa

SUKABUMI, sukabumilife.id – Intensitas hujan tinggi dengan durasi panjang yang melanda sejumlah wilayah dalam sepekan terakhir memicu potensi genangan air dan banjir. Merespons kondisi cuaca ekstrem ini, PT PLN (Persero) secara tegas mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah keselamatan ketenagalistrikan guna menghindari bahaya sengatan listrik.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Lasiran, menegaskan bahwa keselamatan jiwa manusia merupakan prioritas paling utama di atas segala-galanya saat bencana hidrometeorologi terjadi.

Baca juga : Dari Tren hingga Edukasi, Popbela.com Jadi Rujukan Fashion Modern Perempuan Muda

Langkah Antisipasi Jika Air Mulai Masuk Rumah

PLN memberikan panduan taktis bagi warga apabila genangan air mulai meninggi dan mendekati area tempat tinggal:

  1. Cabut Alat Elektronik: Segera cabut semua kabel peralatan elektronik yang masih menancap pada stop kontak.
  2. Evakuasi ke Tempat Tinggi: Pindahkan barang-barang elektronik ke area atau lantai rumah yang lebih tinggi dan aman dari jangkauan air.
  3. Matikan kWh Meter: Putuskan aliran listrik utama di rumah dengan menggeser sakelar (MCB) pada kWh meter ke posisi off. Hal ini sangat penting karena air merupakan konduktor (penghantar) listrik yang sangat kuat.

Jika air terus meninggi dan memasuki area rumah sebelum sempat mematikan listrik, warga diminta segera menghubungi PLN melalui aplikasi PLN Mobile, Contact Center 123, atau mendatangi kantor pelayanan PLN terdekat untuk meminta pemutusan aliran eksternal oleh petugas.

Alasan PLN Lakukan Pemadaman Darurat

Lasiran menjelaskan, dalam kondisi darurat banjir, PLN terpaksa harus mengambil kebijakan pemadaman listrik sementara. Langkah ini merupakan prosedur keselamatan wajib demi mengeliminasi risiko tersengat arus listrik bagi warga.

“Ada tiga kondisi utama yang memaksa kami melakukan pemadaman darurat, yaitu ketika rumah warga kebanjiran, aset gardu distribusi PLN terendam air, atau kedua kondisi tersebut terjadi secara bersamaan,” ungkap Lasiran.

Setelah banjir surut, proses normalisasi aliran listrik tidak bisa dilakukan secara instan. Warga dihimbau untuk memastikan rumah, instalasi kabel bagian dalam, serta alat elektronik benar-benar bersih dan kering sebelum dinyalakan kembali.

“PLN baru akan melakukan penormalan setelah seluruh jaringan dipastikan aman dan kering. Proses penyalaan kembali ini nantinya juga melibatkan penandatanganan berita acara yang disaksikan oleh pengurus RT/RW atau tokoh masyarakat setempat,” tambahnya.

Hindari Berteduh di Dekat Tiang Listrik

Selain pengamanan di dalam rumah, PLN juga mengingatkan warga yang sedang beraktivitas di luar ruangan saat hujan lebat melanda. Warga dilarang keras berteduh di dekat infrastruktur kelistrikan seperti tiang listrik, gardu, maupun tiang lampu jalan demi menghindari potensi kebocoran arus.

Masyarakat juga disarankan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sederhana, seperti sepatu boots berbahan karet kedap air, saat terpaksa harus menerjang genangan. Hal ini efektif meminimalisir risiko luka akibat pecahan kaca, paku, paparan bakteri, hingga ancaman arus listrik bocor yang tidak kasat mata.

Terakhir, PLN mengajak warga untuk aktif melaporkan jika melihat adanya tiang listrik yang miring, kabel yang terkelupas dan menjuntai, atau adanya praktik ilegal pencurian listrik langsung dari tiang yang sangat membahayakan keselamatan publik.

Sumber : sukabumiku.id

(NK)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *