Gambar istimewa
SUKABUMI – Jagat media sosial sempat dihebohkan oleh video amatir yang memperlihatkan seorang pria berdiri mematung selama berjam-jam di kawasan Jalan Samsi, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Guna meredam simpang siur di masyarakat, pihak kepolisian akhirnya mengungkap fakta medis dan kronologi di balik kejadian viral tersebut.
Peristiwa yang menyita perhatian warga sekitar itu diketahui terjadi pada Selasa, 12 Mei 2026 sekitar pukul 21.00 WIB. Pria di dalam video tersebut diketahui berinisial Y (35), seorang warga yang berasal dari Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka.
Plt Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, IPDA Ade Ruli, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penelusuran serta koordinasi dengan pihak terkait, pria tersebut diketahui sedang mengalami masalah kesehatan.
“Menurut keterangan pihak keluarga yang diterima oleh saksi saat mengantar yang bersangkutan pulang ke Majalengka, yang bersangkutan memang memiliki riwayat gangguan kondisi mental,” ujar IPDA Ade Ruli kepada media, Jumat (15/05/2026).
Baca juga :Smoothies Coli Viral di Terminal Lama: Sensasi Segar Kekinian yang Bikin Nagih!
Kronologi Sebelum Kejadian Viral
Berdasarkan data yang dihimpun pihak kepolisian, beberapa hari sebelum video tersebut viral, Y sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya yang menurun kepada rekan-rekan satu kontrakannya.
Pada Selasa malam, 5 Mei 2026 sekitar pukul 21.00 WIB, Y sempat dibawa oleh rekannya ke Klinik Permata di Jalan RA Kosasih. Saat itu, ia mengeluhkan gejala medis berupa rasa cemas yang berlebihan, tubuh terasa panas, pusing, serta nyeri pada bagian lambung. Setelah mendapatkan penanganan medis dan obat dari dokter, Y kemudian pulang ke rumah kontrakannya di Jalan Samsi untuk beristirahat.
Namun, keanehan mulai terjadi pada keesokan harinya, Rabu, 6 Mei 2026 sekitar pukul 06.30 WIB. Rekan-rekan kerjanya mendapati kamar Y sudah dalam keadaan kosong. Setelah dilakukan pencarian di sekitar area lingkungan, Y ditemukan sedang berdiri di depan kontrakan dalam kondisi tidak sadar (tatapan kosong) dan sama sekali tidak dapat diajak berkomunikasi.
Melihat kondisi tersebut, rekan-rekannya langsung berinisiatif membawa Y kembali ke dalam rumah untuk ditenangkan, diberi istirahat, serta diganti pakaiannya.
Baca Juga: Hari Keempat Bedah Rumah, Gotong Royong Warga dan Pengusaha Jampangkulon Terus Mengalir
Dipulangkan ke Kampung Halaman
Tak berselang lama, sekitar pukul 10.00 WIB, pimpinan di tempatnya bekerja, Atang Kustiwa, datang ke kontrakan setelah mendapat laporan dari karyawan lain. Melihat kondisi Y yang memprihatinkan, sang atasan langsung memutuskan untuk membawa Y pulang ke kampung halamannya di Majalengka hari itu juga agar mendapatkan perawatan intensif dari pihak keluarga kandung.
Sebagai informasi, Y diketahui baru sekitar tiga bulan merantau dan bekerja di Kota Sukabumi sebagai tenaga sales kredit pakaian keliling di bawah naungan CV Bagja Makmur.
Pihak Polres Sukabumi Kota memastikan bahwa peristiwa viral ini murni berkaitan dengan faktor gangguan kesehatan serta kondisi medis yang bersangkutan, dan menegaskan tidak ada unsur tindak pidana sama sekali di dalamnya.
Sumber : sukabumilife.com
(NK)









