foto ilustrasi
SUKABUMI, SukabumiLife.com – Pernahkah Wargi Sukabumi merasa kaget saat melihat tagihan listrik atau saat mengisi token listrik di awal bulan? Rasanya pemakaian rumah tangga biasa-biasa saja, tetapi kok pengeluaran untuk listrik justru terus meroket.
Di era digital sekarang, ketergantungan kita pada barang elektronik memang semakin tinggi. Mulai dari smartphone, televisi, magic com, hingga pendingin ruangan hampir tidak pernah berhenti beroperasi. Namun, seringkali kebiasaan sepele yang kita lakukan sehari-hari menjadi “vampir energi” yang diam-diam menyedot isi dompet.
baca juga:Tarif Listrik Tak Naik hingga September 2026, Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat
Biar anggaran belanja tidak habis hanya untuk membayar setrum, tim SukabumiLife.com punya 5 tips cerdas dan mudah untuk memangkas tagihan listrik rumah Anda. Yuk, langsung dipraktikkan!
1. Cabut Colokan yang Tidak Terpakai (Hindari Phantom Load)
Kebiasaan membiarkan charger HP, kabel TV, atau microwave tetap menancap di saklar padahal alatnya sudah dimatikan adalah kesalahan fatal.
- Faktanya: Arus listrik tetap mengalir secara perlahan meskipun perangkat elektronik dalam posisi standby.
- Solusi: Mulailah disiplin mencabut colokan setelah selesai digunakan, atau gunakan stopkontak saklar satu tombol sehingga Wargi tinggal mematikan aliran listriknya tanpa perlu mencabut kabel satu per satu.
2. Beralih ke Lampu LED
Jika rumah Wargi masih menggunakan lampu pijar atau lampu neon model lama, ini saatnya untuk move on.
Tips Hemat: Gantilah lampu rumah Anda dengan lampu berteknologi LED (Light Emitting Diode). Meskipun harganya sedikit lebih mahal di awal, lampu LED jauh lebih hemat energi hingga 80% dan memiliki masa pakai yang jauh lebih lama dibanding lampu biasa.
3. Atur Penggunaan Rice Cooker dengan Bijak
Alat penanak nasi (rice cooker) adalah salah satu penyumbang terbesar melonjaknya tagihan listrik karena sering dinyalakan selama 24 jam penuh.
- Cara Mengatasinya: Gunakan air hangat/panas saat hendak memasak nasi agar proses mematangkan beras menjadi lebih cepat dan menghemat daya awal.
- Selain itu, jika nasi sudah matang dan tidak langsung dimakan, cabut colokannya. Wargi cukup mencolokkannya kembali 15-20 menit sebelum waktu makan tiba agar nasi kembali hangat.
4. Maksimalkan Pencahayaan dan Ventilasi Alami
Sukabumi dianugerahi udara yang cenderung sejuk dan paparan sinar matahari yang cukup. Manfaatkan potensi alam ini!
- Di siang hari, buka tirai jendela lebar-lebar agar cahaya matahari masuk sebagai penerang alami rumah.
- Buka jendela untuk sirkulasi udara segar agar rumah tetap sejuk tanpa harus terus-menerus menyalakan kipas angin atau Air Conditioner (AC).
5. Perhatikan Cara Membuka dan Menutup Kulkas
Setiap kali pintu kulkas dibuka, udara dingin di dalamnya akan keluar dan udara hangat dari luar akan masuk. Akibatnya, mesin kompresor kulkas harus bekerja ekstra keras menggunakan daya listrik yang besar untuk mendinginkan kembali suhu di dalam.
- Pastikan Wargi tidak terlalu lama membuka pintu kulkas hanya untuk berpikir ingin memasak apa, dan hindari memasukkan makanan yang masih panas ke dalam kulkas.
(AAP)









