Foto istimewa
SUKABUMI – Sosok Mang Bono akhirnya angkat bicara terkait video dirinya yang viral di media sosial baru-baru ini. Video yang memperlihatkan dirinya berpakaian vulgar tersebut sempat menuai polemik dan beragam reaksi negatif dari masyarakat lantaran terjadi di kawasan sakral Kasepuhan Gelar Alam, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi di sela-sela acara khitanan putra pimpinan adat, Abah Ugi Sugriana Rakasiwi, pada Jumat, 10 April 2026.
Baca juga :Viral Lapang Basket Lapdek Sukabumi jadi Arena Mobil-mobilan, Netizen: Sekarang Semrawut!
Murni Spontanitas untuk Mencairkan Suasana
Melalui pernyataan resminya di media sosial pada Rabu (15/4/2026), Mang Bono menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf yang mendalam atas gaduhnya konten yang beredar luas tersebut. Ia menegaskan tidak ada niat sedikit pun untuk melecehkan pihak mana pun.
“Nyuhunkeun pisan dihapunten, atas video anu nyebar viral di Banten, sanes maksud bade kumaha-kumaha (Mohon maaf yang sebesar-besarnya atas video yang viral menyebar hingga ke Banten, tidak ada maksud bagaimana-bagaimana),” ujarnya dalam bahasa Sunda.
Mang Bono menjelaskan bahwa aksi dalam video tersebut dilakukan secara spontan. Tujuan awalnya murni hanya untuk meramaikan acara dan memberikan hiburan kepada warga sekitar.
“Tadina hoyong ngaramekeun suasana supaya terhibur, ternyata viral pisan (Tadinya ingin meramaikan suasana supaya menghibur, ternyata malah sangat viral),” ungkapnya pasrah.
Sampaikan Maaf Khusus ke Tokoh Adat dan Imbau Hapus Video
Sadar tindakannya kurang pantas dilakukan di lingkungan adat, Mang Bono secara khusus melayangkan permohonan maaf kepada para tokoh adat dan sesepuh kasepuhan, termasuk kepada Abah Anom. Ia menekankan bahwa polemik ini murni karena kesalahpahaman akibat penyebaran video yang tidak terkendali di jagat maya.
Demi meredam situasi yang kian memanas, Mang Bono menyampaikan dua poin penting:
- Imbauan Hapus Konten: Meminta kepada seluruh netizen dan akun-akun media sosial yang telah mengunggah ulang (reupload) video tersebut agar segera menghapusnya.
- Sesalkan Narasi Negatif: Menyayangkan adanya pihak-pihak tertentu yang sengaja memperkeruh situasi dengan menambahkan narasi negatif yang melenceng dari niat awal konten tersebut.
Melalui klarifikasi terbuka ini, Mang Bono berharap suasana di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan Kasepuhan Gelar Alam, dapat kembali kondusif. Ia pun berharap masyarakat bisa menerima permohonan maafnya dan memahami bahwa insiden ini terjadi tanpa ada unsur kesengajaan untuk merendahkan adat budaya setempat.
Sumber : Sikabumiku.id
(NK)









