foto istimewa
SUKABUMI — Gelombang dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto membuncah di Kota Sukabumi. Sebanyak 10.000 massa yang tergabung dalam Aliansi Makan Bergizi Gratis (MBG) memadati kawasan Lapang Merdeka hingga Gedung DPRD Kota Sukabumi pada Rabu (24/6/2026).
Massa yang datang bukan sekadar membawa spanduk, tetapi juga pesan politik tegas: program MBG harus tetap berjalan dan diperkuat sebagai investasi masa depan menuju Indonesia Emas 2045. Aksi yang diikuti warga dari Kota dan Kabupaten Sukabumi, hingga perwakilan dari Cianjur, Bandung, Bogor, dan Banten ini berlangsung tertib setelah diawali dengan kegiatan senam bersama dan istigasah.
Sindir Framing Negatif: “Bunuh Nyamuknya, Bukan Kelambunya”
Di tengah maraknya kritik terhadap pelaksanaan MBG di sejumlah daerah, Inisiator Aliansi MBG, Muhammad Rafie Nasution, melontarkan kritik pedas bagi pihak-pihak yang dinilai menggiring opini negatif. Ia menegaskan bahwa kehadiran massa adalah bentuk panggilan jiwa, bukan mobilisasi politik praktis.
Menurut Rafie, kendala teknis dalam pelaksanaan program seharusnya menjadi bahan evaluasi, bukan alasan untuk membubarkan program.
“Hanya kesalahan yang sangat kecil yang terus di-framing. Padahal manfaat besarnya dirasakan masyarakat. Ibarat ada nyamuk di dalam kelambu, yang dibunuh itu nyamuknya, bukan kelambunya yang dibakar,” tegas Rafie.
Selain itu, Rafie juga mengecam aksi vandalisme yang menghina Presiden Prabowo di Tugu Adipura, menekankan pentingnya kritik yang beretika dan beradab.
baca juga:Viral di Medsos, Aktivitas Tambang Tanpa Izin di Lengkong Sukabumi Resmi Dihentikan
Efek Domino Ekonomi yang Nyata
Ketua PC Tidar Kabupaten Sukabumi sekaligus Inisiator Aliansi MBG, Yandra Utama Sentosa, memaparkan bahwa program MBG telah memberikan dampak ekonomi nyata di lapisan bawah. Keberadaan dapur-dapur MBG dinilai telah membuka lapangan kerja, memperluas pasar bagi petani lokal, hingga menggerakkan rantai pasok bahan pangan daerah.
“Di mana ada dapur MBG, di situ ekonomi bergerak. Supplier hidup, petani mendapatkan pasar yang jelas, pengangguran berkurang, dan masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung,” jelas Yandra.
Dukungan serupa datang dari para kader Posyandu, yang melaporkan perbaikan gizi pada ibu hamil melalui distribusi susu, buah-buahan, dan vitamin yang menjadi bagian dari ekosistem program MBG.
Dua Tuntutan kepada DPRD
Dalam aksinya, Aliansi MBG menyerahkan dua tuntutan penting kepada DPRD Kota Sukabumi:
- Payung Hukum: Mendesak pemerintah pusat menghadirkan payung hukum setingkat Undang-Undang agar keberlangsungan program tetap terjaga di tengah dinamika politik nasional.
- Evaluasi Transparansi: Mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) untuk terus melakukan penyempurnaan sistem distribusi dan operasional dapur MBG agar lebih transparan, profesional, dan bebas dari penyimpangan.
Perwakilan DPRD Kota Sukabumi yang menerima massa menyampaikan apresiasi atas aksi damai tersebut dan berjanji akan meneruskan aspirasi masyarakat ini ke tingkat yang lebih tinggi sebagai masukan strategis bagi pemerintah pusat.
sumber:sukabumisatu
(AGS)









