Pelaku UMKM Sukabumi Bersiap Naik Kelas, Diskumindag Siapkan Pelatihan Berbasis DBHCHT 2026

Foto istimewa

SukabumiLife.com Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) mulai mematangkan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal pada tahun 2026. Sejumlah program pelatihan komprehensif telah disiapkan guna mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar lebih kompetitif dan adaptif terhadap perkembangan pasar modern.

Program penguatan ekonomi ini nantinya akan didukung penuh melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang dialokasikan khusus untuk pengembangan sektor koperasi serta Industri Kecil Menengah (IKM).

BACA JUGA:Diskumindag Sukabumi Intensifkan Pengawasan SPBU, Pastikan Takaran BBM Sesuai Standar

Kepala Diskumindag Kota Sukabumi, Een Rukmini, menjelaskan bahwa fokus pelatihan tahun ini akan dibagi ke dalam dua sektor utama demi hasil yang lebih spesifik dan tepat sasaran:

  • Sektor Koperasi: Peserta akan dibekali dengan berbagai keterampilan praktis bernilai jual, mulai dari memasak (culinary), baking, strategi pemasaran digital (digital marketing), hingga kerajinan rajut.
  • Sektor Industri (IKM): Pelatihan akan diarahkan pada pengembangan industri kreatif lokal, seperti keterampilan anyaman serta teknik desain batik khas.

“Program ini dirancang secara terukur untuk meningkatkan kualitas dan daya saing pelaku usaha kita, baik dari sisi manajemen produksi maupun jangkauan pemasaran,” ujar Een saat dikonfirmasi.

Baca juga:Bisnis Kuliner Tak Cukup Modal Viral? Mahasiswa Manajemen UNM Bongkar Rahasia Sukses Mie Khangen!

Alokasi Anggaran dan Target Realisasi

Menurut Een, total anggaran DBHCHT yang diterima oleh pihak Diskumindag pada tahun anggaran 2026 ini mencapai Rp446 juta lebih. Seluruh dana tersebut dipastikan akan dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang operasional dan fasilitas pelaksanaan pelatihan bagi para pelaku UMKM di wilayah Kota Sukabumi.

Ia menegaskan, program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata yang simultan bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya dalam memperkuat sektor usaha mikro yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

BACA JUGA:Diskumindag Kota Sukabumi Berikan Pelatihan Literasi Keuangan Kepada Puluhan UMKM

Meski persiapan matang telah dilakukan, pelaksanaan kegiatan di lapangan saat ini masih menunggu proses pencairan anggaran dari pemerintah pusat. Diskumindag memproyeksikan rangkaian pelatihan ini akan mulai berjalan pada pertengahan tahun.

“Perkiraan kami (pelatihan) akan mulai berjalan sekitar bulan Juli hingga Agustus 2026. Kami pastikan seluruh kegiatan akan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas,” tambahnya.

Sambutan Positif dari Pelaku Usaha

Rencana strategis pemerintah daerah ini pun mendapat respons positif dari kalangan bawah. Hendi (30), salah seorang pelaku UMKM yang sehari-hari berjualan Teh Poci di Kecamatan Cikole, menyambut baik langkah Diskumindag tersebut. Menurutnya, ilmu baru sangat dibutuhkan agar usaha kecil bisa bertahan di tengah persaingan.

“Tentunya jika ini terealisasi sangat berguna untuk kami. Pedagang awam seperti kami ini masih perlu banyak pelatihan dan ilmu baru agar usaha yang dijalankan tidak monoton, dan bisa lebih berdaya saing ke depannya,” pungkas Hendi penuh harap.

Sumber: Sukabumiku.id

(RR)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *