Bisnis Kuliner Tak Cukup Modal Viral? Mahasiswa Manajemen UNM Bongkar Rahasia Sukses Mie Khangen!

FOTO ISTIMEWAH

SUKABUMILIFE.ID, DEPOK — Tren bisnis kuliner saat ini sering kali mengandalkan strategi ‘viral’ di media sosial agar cepat dikenal. Namun, apakah modal viral saja cukup untuk membuat sebuah usaha bertahan belasan tahun?

Pertanyaan besar ini berhasil dibongkar oleh sekelompok mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Nusa Mandiri (UNM). Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM terus mendorong mahasiswanya untuk belajar langsung dari realitas industri. Melalui kegiatan praktik lapangan, mereka mengunjungi sekaligus membedah rahasia dapur dari salah satu usaha kuliner legendaris, “Mie Khangen”.

Belajar dari Sang Praktisi: 16 Tahun Bertahan di Industri Kuliner

Wawancara mendalam ini dilakukan oleh tim mahasiswa UNM yang terdiri dari:

  • Siti Hollilah
  • Muchamad Zaidan Alfachry Kusbara
  • Muhammad Rifqi Aunur Rahman
  • Lewisky Nova Sihotang
  • Moehammad Haikal Pratama
  • Martin Bagus Priyana

Mereka menggali langsung ilmu dari Drs. H. Markiyat, pemilik usaha Mie Khangen yang telah sukses membangun dan mempertahankan bisnisnya sejak 10 Mei 2010.

Dalam sesi tersebut, mahasiswa menguliti berbagai aspek krusial pengelolaan usaha, mulai dari latar belakang pendirian, manajemen operasional, pengelolaan keuangan, hingga strategi pemasaran yang adaptif.

Kunci Sukses Mie Khangen: Diferensiasi dan Adaptasi

Dari hasil bedah bisnis ini, para mahasiswa menemukan bahwa kunci kekuatan Mie Khangen terletak pada nilai diferensiasi produk. Di tengah gempuran mi instan dan mi pedas kekinian, Mie Khangen konsisten menghadirkan produk mi sehat berbahan dasar sayuran.

Selain keunikan produk, mahasiswa Manajemen UNM menyimpulkan beberapa poin penting di balik bertahannya bisnis ini:

  1. Strategi Pemasaran yang Adaptif: Mampu menyesuaikan diri dengan tren tanpa kehilangan identitas.
  2. Inovasi Berkelanjutan: Terus melakukan pembaruan agar konsumen tidak jenuh.
  3. Pelayanan Prima & Membaca Pasar: Menjaga loyalitas pelanggan dengan memahami apa yang sedang dibutuhkan konsumen.

“Membangun bisnis membutuhkan konsistensi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi. Belajar langsung dari praktisi membuat mahasiswa memahami realitas bahwa kualitas produk harus diimbangi dengan manajemen yang tangguh,” ujar perwakilan mahasiswa.

Tidak hanya bicara soal sukses, Drs. H. Markiyat juga membagikan tantangan nyata yang ia hadapi, seperti perubahan selera konsumen yang dinamis dan ketatnya persaingan industri makanan.

Apresiasi Kampus: Membentuk Mental Entrepreneur Masa Depan

BACA JUGA : Batavia Prosperindo (BPII) Siapkan Rp150 Miliar, Siap Rambah Bisnis Kawasan Industri & Properti

Melihat aksi nyata para mahasiswya, Ketua Program Studi Manajemen Universitas Nusa Mandiri, Instianti Elyana, memberikan apresiasi yang tinggi. Menurutnya, pengalaman langsung di lapangan jauh lebih berharga daripada sekadar teori di dalam kelas.

“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami realitas bisnis secara langsung. Ini sangat penting untuk membentuk pola pikir kewirausahaan, kemampuan analisis, serta kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja dan bisnis di era digital,” ungkap Instianti dalam rilis resminya, Rabu (20/5/2026).

Ia berharap kisah sukses dan ketangguhan Drs. H. Markiyat dapat menjadi inspirasi nyata bagi generasi muda agar tidak takut terjun ke dunia bisnis dan memiliki mental yang kuat.

Melalui kegiatan aplikatif seperti ini, Universitas Nusa Mandiri membuktikan komitmennya sebagai Kampus Digital Bisnis yang siap mencetak lulusan kompetitif. Sesuai dengan semangat “Ubah Mimpi Jadi Prestasi”, UNM terus mendorong mahasiswa menjadi inovator dan entrepreneur muda yang siap memajukan ekonomi kreatif di masa depan.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *