Hikmah: Tidur Setelah Subuh saat Ramadan Bisa Datangkan Kerugian? Ini Penjelasan Ulama

Gambar istimewa

SUKABUMI – Bulan suci Ramadan kerap kali mengubah pola tidur umat Muslim. Setelah menyantap sahur dan menunaikan shalat subuh, sebagian orang memilih untuk kembali terlelap demi mengusir rasa kantuk dan kelelahan tubuh.

Namun, para ulama mengingatkan bahwa kebiasaan tidur setelah subuh bukanlah pilihan terbaik, terlebih di bulan puasa ketika setiap amal kebaikan dilipatgandakan nilainya.

Dilansir dari NU Online, ulama besar asal Mesir yang juga ahli fiqih, Syekh Ibrahim Al-Baijuri, pernah menegaskan bahwa setiap bentuk kebaikan di bulan Ramadan mendapatkan ganjaran berlipat ganda dibandingkan di luar Ramadan. Oleh karena itu, waktu pagi yang penuh berkah seharusnya dimanfaatkan untuk memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, atau ibadah sunnah lainnya hingga matahari terbit.

Baca juga :Intensitas Hujan Tinggi, PLN Bagikan Tips Aman Hindari Bahaya Sengatan Listrik

Menyia-Nyiakan Waktu Utama untuk Berzikir

Pandangan yang lebih tegas disampaikan oleh Syekh Sulaiman Al-Jamal, ulama Mesir terkemuka yang dikenal melalui karya fenomenalnya, Hasyiyah al-Jamal. Ia menilai bahwa tidur setelah shalat subuh termasuk perbuatan yang membawa dampak kurang baik karena menyia-nyiakan waktu utama untuk mengingat Allah SWT.

Menurut penjelasannya, waktu pagi merupakan momentum krusial bagi seorang Muslim untuk menghidupkan zikir dan memperkuat spiritualitas, bukan justru menghabiskannya dengan tertidur.

Pagi Hari: Waktu Pembagian Rezeki dan Keberkahan

Selain dari sisi pertimbangan ibadah, para ulama juga mengaitkan kebiasaan tidur setelah subuh dengan keberkahan hidup. Dalam sebuah riwayat yang dinukil dari Sayidah Fatimah, Nabi Muhammad SAW pernah membangunkan putrinya di pagi hari. Beliau mengingatkan agar tidak lalai karena Allah SWT membagikan rezeki kepada hamba-Nya pada rentang waktu antara terbit fajar hingga matahari terbit.

Pesan mendalam tersebut kerap dimaknai sebagai dorongan kuat agar umat Islam senantiasa aktif dan produktif sejak pagi hari.

Tak hanya itu, doa Nabi Muhammad SAW tentang keberkahan pagi hari juga menjadi landasan utama anjuran memanfaatkan waktu subuh. Beliau secara khusus mendoakan agar umatnya senantiasa diberi berkah pada waktu pagi.

Para ulama menafsirkan bahwa berkah di sini bukan sekadar kelapangan materi atau rezeki lahiriah, melainkan juga mencakup ketenangan batin, kemudahan dalam segala urusan, serta kebaikan dalam berbagai aspek kehidupan.

Dengan memanfaatkan waktu setelah subuh untuk berzikir, tilawah Al-Qur’an, atau bersiap melakukan aktivitas harian, umat Muslim diharapkan dapat meraih dua keuntungan sekaligus: limpahan pahala ibadah di bulan Ramadan dan keberkahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Sumber : sukabumiku.id

(NK)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *