Foto istimewa
SUKABUMILIFE.COM — Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Senin (29/6/2026) pukul 06.51 Wita. Terkait kondisi ini, warga di sekitar lereng gunung diimbau untuk segera mengenakan masker atau alat pelindung diri agar terhindar dari paparan abu vulkanik.
“Masyarakat diimbau juga untuk menutup tempat penampungan air bersih agar terhindar dari paparan abu vulkanik,” ujar Jefri Pugel, petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, Senin pagi.
Jefri menerangkan bahwa aktivitas erupsi tersebut terekam jelas di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 16.6 mm dan durasi sekitar 1 menit 16 detik. Adapun tinggi kolom abu yang keluar teramati mencapai 500 meter di atas puncak, atau sekitar 1.923 meter di atas permukaan laut.
“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah tenggara,” katanya.
Baca juga:Disbudpora Kabupaten Sukabumi Optimis Atlet Popwilda Jabar 2026 Mampu Ukir Prestasi
Tercatat Meletus Hingga 134 Kali
Berdasarkan data dari PGA Ile Lewotolok pada periode pengamatan hari sebelumnya, yakni Minggu (28/6/2026) mulai pukul 00.00 Wita hingga 24.00 Wita, gunung api dengan tipe strato ini tercatat telah meletus sebanyak 134 kali.
Rangkaian letusan sepanjang hari Minggu tersebut menghasilkan tinggi kolom abu yang berkisar antara 200 hingga 500 meter, dengan warna asap bervariasi mulai dari putih, kelabu, hingga hitam pekat.
“Erupsi tersebut juga disertai dengan lontaran material pijar dan suara gemuruh berintensitas lemah hingga sedang,” ungkap Jefri.
Merujuk pada data seismogram, rangkaian erupsi beruntun itu memiliki amplitudo 8.8–33.2 mm dengan durasi semburan sekitar 37–157 detik. Pihak PGA menegaskan bahwa hingga saat ini, tingkat aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok masih berada pada status Level II (Waspada).
Sumber: Kompas.com
(RR)









