foto ilustrasi
SUKABUMILIFE.COM, KULINER — Donat menjadi salah satu camilan manis yang paling digemari warga Sukabumi dari berbagai kalangan. Teksturnya yang lembut, empuk, serta punya tampilan white ring (lingkaran putih di tengah) yang cantik selalu berhasil menggugah selera.
Namun, membuat donat ala bakery profesional di rumah gampang-gampang susah. Tak sedikit warga yang mengeluhkan adonan donatnya bantat, menyerap terlalu banyak minyak, atau teksturnya malah keras saat dingin.
Nah, bagi Wargi Sukabumi yang ingin mencoba peruntungan bikin donat rumahan yang menul, empuk tahan lama, dan aesthetic, simak 6 tips rahasia berikut ini!
1. Pastikan Ragi Masih Aktif
Ragi adalah kunci utama mengembangnya adonan donat. Sebelum mencampurkannya ke bahan kering, tes keaktifan ragi terlebih dahulu. Campurkan ragi dengan sedikit air hangat/susu hangat dan sedikit gula pasir. Diamkan selama 5–10 menit. Jika timbul busa atau buih tebal di permukaan, artinya ragi aktif dan siap dipakai.
Catatan: Jangan gunakan air yang terlalu panas karena bisa membunuh jamur ragi, atau air dingin yang membuat ragi tidak mau “bangun”.
2. Jangan Campur Garam dan Margarin di Awal
Kesalahan umum pemula adalah memasukkan semua bahan sekaligus. Garam dan mentega/margarin memiliki sifat membunuh atau menahan perkembangan ragi.
- Uleni terlebih dahulu tepung, ragi, gula, susu, dan telur hingga setengah kalis.
- Baru setelah itu masukkan margarin dan garam, lalu uleni kembali sampai kalis elastis.
3. Uleni Sampai “Kalis Elastis” (Windowpane Test)
Donat yang empuk dan berserat halus butuh adonan yang benar-benar kalis elastis. Ciri adonan sudah siap adalah ketika diambil sedikit adonan lalu dibeberkan perlahan dengan tangan, adonan bisa melembar tipis tanpa mudah robek (seperti selaput/transparan).
baca juga:Resep Pepes Ikan Nila Khas Sunda yang Gurih dan Meresap, Ini Tips Rahasia Bebas Bau Lumpur!
4. Perhatikan Durasi Proofing (Pengembangan)
Proses proofing atau membiarkan adonan mengembang sangat bergantung pada suhu udara. Jika udara Sukabumi sedang agak dingin atau hujan, proses ini mungkin butuh waktu lebih lama.
- Proofing 1: Diamkan adonan utuh sekitar 30–45 menit sampai mengembang 2 kali lipat.
- Proofing 2: Setelah adonan dibentuk dan dicetak, diamkan kembali sekitar 15–20 menit sebelum digoreng.
Tips: Jangan over-proofing (terlalu lama didiamkan) karena adonan akan kempes saat digoreng dan menyerap banyak minyak.
5. Trik Menggoreng: Cukup “Satu Kali Balik”!
Rahasia agar donat tidak berminyak dan memiliki white ring yang cantik terletak pada teknik menggorengnya:
- Gunakan minyak banyak dengan api kecil cenderung sedang.
- Pastikan minyak sudah cukup panas sebelum donat dimasukkan.
- Cukup balik donat satu kali saja! Jika terlalu sering dibolak-balik, donat akan menyerap minyak berlebih dan menjadi basah/lemah.
6. Beri Topping Saat Donat Sudah Dingin
Tahan selera Anda sebentar setelah donat diangkat dari penggorengan. Biarkan donat dingin di atas cooling rack sebelum dihias. Jika topping seperti cokelat leleh, mentega, atau gula halus ditaburkan saat donat masih panas, topping akan meleleh dan tampilan donat jadi kurang rapi.
Selamat mencoba di dapur rumah masing-masing, Wargi Sukabumi! Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, donat rumahan buatan Anda dijamin bakal empuk, lembut, dan bikin ketagihan sekeluarga.
(RM)









