Foto istimewa
SUKABUMILIFE.COM, CISOLOK — Kebakaran lahan kebun melanda area seluas kurang lebih 3.000 meter persegi di Kampung Marinjung Hilir RT 04/02, Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (1/8/2026) siang.
Kobaran api yang mulai terlihat sekitar pukul 13.45 WIB tersebut sempat menjalar dengan cepat akibat hembusan angin kencang serta kondisi vegetasi berupa alang-alang dan kayu yang mengering.
Baca juga: Sukabumisatu.com_20260524_094445_0000
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga setempat bernama Misbah alias Jekih. Melihat kobaran api membakar area kebun, ia segera melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas Desa Karangpapak dan jajaran Polsek Cisolok agar segera ditangani.
Menerima laporan warga, petugas kepolisian langsung berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sukabumi dan mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman bersama unsur masyarakat setempat.
Diketahui, lahan yang terbakar merupakan milik Hasan Basri dan selama ini digarap oleh Nanang Suherman.
Kapolsek Cisolok, AKP Bayu Saepul Bahari, menyampaikan bahwa proses pemadaman berjalan lancar berkat kerja sama cepat dari berbagai pihak di lapangan.
“Sampai saat ini api dapat dipadamkan dengan bantuan dari Damkar Kabupaten Sukabumi, petugas Polsek Cisolok, Ketua RT 04, dan warga masyarakat,” ujar AKP Bayu Saepul Bahari.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun kerugian material yang dilaporkan dalam insiden tersebut. Setelah api berhasil dipadamkan sepenuhnya, petugas melakukan penyisiran untuk memastikan lokasi benar-benar aman dan tidak ada potensi api merambat kembali.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti munculnya titik api masih belum diketahui. Namun, peristiwa kebakaran ini terjadi di tengah kondisi musim kemarau yang membuat ilalang serta ranting kering menjadi sangat rentan terbakar.
Menyikapi kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat, pemilik, maupun penggarap lahan untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran terbuka (open burning), terutama saat cuaca kering dan berangin kencang. Pasalnya, percikan api sekecil apa pun dapat merembet dan memicu kebakaran besar dalam waktu singkat.
Sumber: Sukabumiku.id
(NK)









