Tragis! Bayi Meninggal Akibat Ambulans Terlambat, Ibu Pascamelahirkan di Jampangtengah Sukabumi Terpaksa Ditandu

Gambar : Istimewa

SUKABUMI – Potret buram infrastruktur di Kabupaten Sukabumi kembali memicu tragedi kemanusiaan. Seorang ibu yang baru saja melahirkan terpaksa ditandu warga menggunakan bambu dan kain sarung demi mendapatkan penanganan medis di Dusun Cidahu, Kampung Lamping, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kamis (5/2/2026) pagi.

Peristiwa memilukan ini viral di media sosial setelah unggahan video memperlihatkan puluhan warga bergotong royong menyusuri jalan rusak parah yang tidak bisa dilalui kendaraan bermotor.

Kronologi Kejadian: Bertaruh Nyawa di Atas Tandu

Galih (25), warga setempat yang mengunggah video tersebut, menceritakan bahwa pasien mengalami kontraksi hebat pascamelahirkan pada sehari sebelumnya. Mengingat kondisi kesehatan yang menurun, pasien harus segera dilarikan ke rumah sakit.

Namun, akses jalan yang hancur membuat kendaraan roda empat, termasuk ambulans, tidak bisa menjangkau lokasi rumah pasien.

  • Jarak Tempuh: Sekitar 800 meter.
  • Kondisi Jalan: Berlumpur, berlubang, dan rusak berat.
  • Metode Evakuasi: Ditandu menggunakan alat seadanya hingga mencapai titik yang bisa dilalui mobil penjemput.

Baca Juga :

“Paginya ibu itu kontraksi lagi. Harus segera ke rumah sakit, tapi kendaraan tidak bisa masuk karena jalannya rusak parah, jadi ditandu dulu sampai mobil bisa menjemput,” ujar Galih dengan nada getir.

Baca Juga :

Tragedi ini menjadi semakin kelam. Bayi yang dilahirkan sang ibu dilaporkan meninggal dunia. Diduga kuat, keterlambatan penanganan medis akibat akses jalan yang buruk menjadi faktor utama nyawa sang bayi tidak tertolong.

“Melahirkannya sebenarnya lancar, tapi bayinya pas keluar tidak bersuara. Mau langsung dibawa ke rumah sakit, tapi ambulans telat datang karena jalan rusak. Bayinya meninggal beberapa jam kemudian,” tambah Galih.


Dampak Jalan Rusak: Ekonomi Lumpuh, Nyawa Terancam

Kerusakan jalan di Desa Tanjungsari ini bukan barang baru. Warga mengaku sudah lama menderita akibat akses yang terabaikan. Selain mengancam nyawa dalam kondisi darurat medis, sektor ekonomi pun ikut terdampak serius:

  1. Hambatan Medis: Ambulans dan layanan darurat tidak bisa merespons cepat.
  2. Sektor Pertanian: Petani kesulitan mendistribusikan hasil panen ke pasar.
  3. Biaya Transportasi: Ongkos angkut logistik membengkak akibat medan yang sulit.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi segera mengambil tindakan nyata. Bagi mereka, perbaikan jalan bukan lagi soal kenyamanan, melainkan hak dasar untuk bertahan hidup.

Reporter: Tim SukabumiLife Editor: Redaksi SukabumiLife

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *