Foto istimewa
Sukabumilife.com – Manusia sering kali merasa memiliki pendirian yang teguh. Merasa sudah dewasa, berpendidikan tinggi, hingga memegang jabatan penting. Namun, disadari atau tidak, tinggal atau berinteraksi cukup lama dengan orang tertentu dapat mengubah cara berpikir, cara berbicara, hingga sudut pandang seseorang.
Hal tersebut ditegaskan oleh Mulyawan Safwandy Nugraha, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Dalam catatannya, beliau menyoroti betapa besarnya pengaruh lingkungan pergaulan terhadap pembentukan karakter dan keputusan hidup seseorang.
“Mula-mula hanya mengikuti cara bicaranya, lalu cara tertawanya, hingga cara dia memandang orang lain. Tanpa kita sadari, kita sudah menjadi anggota dari cara berpikirnya,” ungkap Mulyawan.
Baca juga: cara membuat kerupuk asbes
phenomenon ini sejalan dengan pesan Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi:
“Seseorang itu tergantung pada agama teman dekatnya. Maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat siapa yang dijadikannya teman dekat.”
Lingkungan Digital dan Batas Pergaulan
Di era modern, konsep pertemanan tidak lagi terbatas pada interaksi fisik. Lingkaran pengaruh kini hadir melalui layar ponsel—seperti media sosial TikTok, YouTube, hingga grup percakapan WhatsApp. Siapa yang paling sering didengarkan atau disaksikan secara konsisten akan perlahan membentuk pola pikir seseorang.
Al-Qur’an pun telah mengingatkan dampak serius dari salah memilih lingkungan pergaulan melalui Surah Al-Furqan ayat 28–29, yang menggambarkan penyesalan mendalam akibat terpengaruh oleh teman yang menyesatkan dari jalan kebenaran.
Sahabat Sejati dan Pilihan Lingkungan
Mulyawan menekankan pentingnya bersikap selektif dalam memilih lingkaran pertemanan, bukan karena merasa lebih baik, melainkan sebagai bentuk kesadaran atas kerentanan diri sendiri terhadap pengaruh luar.
Kriteria teman yang baik bukan sekadar yang memberikan keuntungan materi atau dorongan popularitas, melainkan sosok yang:
- Mengingatkan saat kita keliru atau lupa.
- Menjaga kita tetap rendah hati.
- Mengajak pada kebaikan tanpa menghakimi.
Mengingat pesan dalam QS. At-Tahrim ayat 6 untuk memelihara diri dan keluarga dari api neraka, memilih lingkaran pertemanan yang positif merupakan bagian dari ikhtiar menjaga arah hidup agar tetap berada di jalan yang diratai Allah SWT.
Sumber: Sukabumiku.id
(NK)









