Foto ilustrasi
SUKABUMILIFE.COM — Warga Kabupaten Sukabumi kembali digegerkan oleh temuan kasus kematian yang sarat kejanggalan. Belum reda perbincangan publik atas kasus penemuan mayat di kolong jembatan Tol Bocimi, sebuah tragedi memilukan lain terkuak di sudut permukiman Kampung Bakti RT 03 RW 01, Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi.
Seorang dosen berusia lanjut bernama Petrus Pallangan (74), warga asal Jalan Kolonel Masturi, Desa Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, ditemukan tak bernyawa di atas ranjang kamar tidurnya pada Jumat (25/9/2026) setelah sempat hilang kontak selama belasan hari.
baca juga:Melihat Fenomena Viral Joged Sadbor Sukabumi Hingga Berujung Hukuman
Kronologi Penemuan Berawal dari Firasat Sang Anak
Kabar duka bercampur misteri ini bermula dari kecemasan sang putri korban, Devi Aprilianti, yang tinggal di Jakarta Utara. Sejak Selasa (15/9/2026), telepon seluler sang ayah tidak dapat dihubungi meski nada sambungnya aktif.
Firasat buruk Devi kian menguat tatkala ia mencoba menghubungi asisten rumah tangga (ART) berinisial AG pada Rabu (17/9/2026), namun nomor ponsel yang bersangkutan mendadak mati total.
Diliputi rasa cemas yang mendalam, Devi akhirnya memutuskan menempuh perjalanan darat dari ibu kota menuju kediaman sang ayah di Cicantayan pada Jumat (25/9/2026) siang. Setibanya di lokasi, ia mendapati pintu depan rumah terkunci rapat dari dalam dan tidak ada sahutan saat dipanggil.
Kecurigaan berubah menjadi kengerian ketika aroma bangkai pekat merembes keluar dari sela-sela ventilasi. Dibantu oleh Ketua RT setempat dan tukang kunci, pintu rumah akhirnya dibor dan dibuka secara paksa. Begitu terbuka, korban ditemukan terbujur kaku di atas kasur dengan kondisi wajah yang sudah menghitam.
Polisi Temukan Kejanggalan dan Barang Hilang
Aparat kepolisian dari Polres Sukabumi yang mendatangi lokasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penyelidikan mendalam.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana, mengonfirmasi identitas korban sebagai seorang akademisi. Ia menegaskan bahwa pihaknya mendeteksi adanya indikasi tindak pidana di balik kematian sang dosen lantaran ditemukan sejumlah kejanggalan serta hilangnya barang-barang berharga di dalam rumah.
“Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap orang-orang atau pihak-pihak yang memang terindikasi pernah berhubungan atau ada kedekatan dengan almarhum. Dikarenakan memang dari olah TKP awal kita melihat ada satu kejanggalan-kejanggalan, termasuk ada beberapa barang yang hilang,” ujar Iptu Dudi.
Saat ini, tim penyidik kepolisian tengah mempersempit ruang gerak pihak yang dicurigai memiliki relasi dekat dengan korban guna mencocokkan alat bukti dan mengungkap motif di balik kematian tragis ini.
Bagaimana Wargi Sukabumi melihat perkembangan kasus ini? Mari kita nantikan langkah tegas kepolisian dalam mengusut tuntas misteri di balik kematian sang dosen.
sumber:detiknews
(NT)









