Foto istimewa
SukabumiLife.com– Joged Sadbor sempat menjadi fenomena yang sangat viral di dunia maya. Aksi Joget Sadbor ala “Patuk Ayam” yang berpusat di Kampung Babakan Baru, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, ini bahkan sempat menjadi ladang penghasilan utama bagi warga sekitar melalui media sosial.
Konten live streaming dengan tagline ikonik “Beras Habis, Live Solusinya” ini nyatanya tidak hanya memikat warganet, tetapi juga diikuti oleh puluhan warga di kampung tersebut.
Berjarak 30 KM dari Kota, Diinisiasi Mantan Tukang Jahit
Perkampungan Sadbor ini terletak kurang lebih 30 kilometer dari pusat Kota Sukabumi. Untuk menuju ke sana, dari jalan utama kita harus masuk kembali ke sebuah jalan gang hingga menemukan sebuah lahan kosong di area perkebunan warga. Di lokasi tersembunyi itulah, Sadbor bersama timnya biasa melakukan live dari pagi hingga sore hari.
Sosok pencetus fenomena ini adalah Gunawan Sadbor. Sebelum merajai FYP TikTok, Gunawan berprofesi sebagai tukang jahit di Jakarta. Sekitar satu tahun lalu, ia memutuskan pulang ke kampung halaman dan mulai menekuni aktivitas sebagai kreator konten di media sosial.
Sandi Cuan: Raup Puluhan Juta dan Renovasi Rumah
Aksi joget massal yang unik ini terbukti menghasilkan perputaran uang yang fantastis. Berdasarkan informasi yang beredar di dunia maya, pendapatan dari saweran (gift) penonton setianya berkisar antara:
- Harian: Rp400 ribu hingga Rp500 ribu per hari (bisa lebih tinggi jika banyak warga yang bergabung).
- Bulanan: Diperkirakan mencapai Rp27 juta per bulan.
Dari hasil menggalang gift di TikTok tersebut, Gunawan bahkan mampu merenovasi rumahnya di kampung menjadi bangunan dua lantai yang tampak mewah dan megah.
Fenomena ini juga sempat menjadi penyelamat ekonomi bagi puluhan warga lokal. Mulai dari buruh, pegawai UMKM, petani, hingga korban PHK perusahaan, berbondong-bondong ikut masuk ke dalam kamera demi mencari penghasilan tambahan. Hampir setiap hari, atmosfer kampung tersebut selalu ramai dan riuh oleh musik live.
Baca juga:Viral di Medsos, Aktivitas Tambang Tanpa Izin di Lengkong Sukabumi Resmi Dihentikan
Berujung Jeruji Besi, Kampung Mendadak Mati Suri
Namun, roda nasib berputar cepat. Gunawan Sadbor bersama dua orang temannya diamankan oleh pihak Kepolisian Polres Sukabumi pada Kamis, 31 Oktober 2024 sekitar pukul 16.00 WIB. Penangkapan ini didasari atas dugaan adanya promosi situs judi online saat aktivitas live sedang berlangsung.
Pasca-penangkapan Sadbor, suasana Kampung Babakan Baru yang biasanya heboh kini mendadak sepi dan mati suri. Lahan kosong tempat mereka berjoget terpantau kosong melompong.
Menurut Kepala Desa Bojongkembar, pihak pemerintah desa saat ini belum mengetahui secara pasti bagaimana nasib dan aktivitas harian puluhan warga yang biasanya menggantungkan pendapatan dari live TikTok Sadbor tersebut.
Keluarga Masih Trauma
Kondisi rumah dua lantai milik Gunawan Sadbor kini terlihat tertutup rapat tanpa ada aktivitas luar ruangan. Kepala desa menyampaikan bahwa pihak keluarga saat ini masih mengalami trauma mendalam atas kasus hukum yang menjerat Gunawan.
Diketahui, Gunawan Sadbor memiliki dua orang anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), sementara sang istri tidak memiliki mata pencaharian lain dan sepenuhnya bergantung pada penghasilan Gunawan. Kasus ini kini menjadi pengingat tajam mengenai batasan dan legalitas dalam mencari nafkah di dunia digital.
Sumber: Sukabumiku.id
(RR)









