Foto istimewa
SUKABUMILIFE.COM — Seekor ular piton sepanjang sekitar dua meter berhasil diamankan dari saluran gorong-gorong di Jalan Surya Kencana, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (4/10/2026). Ular tersebut keluar dari sarangnya akibat debit air gorong-gorong yang meningkat drastis saat hujan turun.
Dedi, warga sekitar, mengungkapkan bahwa kemunculan reptil berukuran besar dari saluran air tersebut sudah bukan hal yang asing lagi baginya. Ia bahkan mengaku kerap sengaja memantau kondisi gorong-gorong setiap kali hujan turun karena satwa liar tersebut sering keluar saat air mulai naik.
“Kalau hujan turun, air mulai naik di gorong-gorong. Suka muncul ular piton. Saya memang sudah biasa kalau hujan turun pasti nongkrong sambil melihat ke gorong-gorong, biasanya akan keluar ular,” kata Dedi.
baca juga:Kementerian Koperasi Ungkap Alasan Penempatan Manajer Kopdes Merah Putih di Luar Domisili
Menurutnya, ukuran ular yang ditemukan kali ini tergolong cukup besar. Intensitas kemunculan satwa tersebut juga dikatakannya meningkat drastis terutama ketika memasuki musim hujan.
“Ini ularnya lumayan besar. Memang sering saya temukan ular di sini, apalagi saat musim hujan,” tambahnya.
Sementara itu, relawan penyelamat reptil, Asep, memastikan bahwa proses evakuasi ular piton tersebut berjalan lancar dan satwa telah berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban.
“Ular saya amankan dan akan diurus di rumah. Setelah pulih nanti akan dilepaskan ke habitatnya,” ujar Asep.
Asep memperkirakan panjang ular tersebut mencapai sekitar dua meter. Meski jenis piton tidak memiliki bisa atau racun mematikan, ia mengingatkan bahwa lilitan ototnya tetap sangat kuat dan membahayakan keselamatan manusia maupun hewan peliharaan.
Pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak mencoba menangkap atau mendekati ular berukuran besar secara sembarangan demi menghindari risiko gigitan atau lilitan. Warga disarankan untuk segera melaporkan penemuan satwa liar kepada petugas berwenang atau relawan penyelamat reptil agar evakuasi dapat ditangani dengan prosedur yang aman.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga sekitar, khususnya di wilayah Cibadak, untuk lebih waspada terhadap potensi kemunculan satwa liar dari saluran air terbuka, terutama di tengah intensitas hujan yang tinggi.
sumber:Sukabumiku.id
(NT)









