FOTO ISTIMEWA
SUKABUMI – Sulitnya mencari lapangan pekerjaan di tengah situasi ekonomi saat ini tidak membuat Hizra (23) patah arang. Pemuda kreatif asal Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi ini memilih memutar otak dan mengubah kegelisahan pribadinya menjadi sebuah peluang bisnis yang menjanjikan.
Berawal dari susahnya mencari kerja, mahasiswa STISIP Widya Puri Mandiri (WPM) ini sukses merintis clothing brand lokal miliknya sendiri yang diberi nama Burstkings.
Modal Sisa Tabungan dan Uang Jajan
Hizra menceritakan bahwa ide mendirikan Burstkings lahir dari hobi pribadinya yang gemar mengoleksi pakaian serta komitmennya untuk selalu mendukung produk-produk lokal Sukabumi. Setelah berdiskusi dengan rekan-rekan sejawatnya yang memiliki visi mandiri secara finansial, ia pun memantapkan niat untuk terjun ke industri fashion.
Brand Burstkings resmi mengudara sejak 14 Agustus 2023. Menariknya, modal awal yang digunakan Hizra murni berasal dari menyisihkan sisa tabungan pribadi dan uang jajan kuliahnya sehari-hari.
“Awal bikin brand ini karena keresahan terhadap diri sendiri akibat faktor ekonomi dan susahnya peluang pekerjaan, jadi saya ingin merintis bisnis di bidang fashion,” ungkap Hizra, Jumat (5/6/2026).
Incar Pasar Gen Z Sukabumi
Sebagai pelaku usaha yang juga bagian dari anak muda, Hizra tahu betul ke mana arah kiblat pasar produknya. Burstkings secara khusus membidik kalangan Generasi Z (Gen Z) yang terkenal ekspresif dalam berpakaian.
- Target Utama: Pelajar dan mahasiswa (pria maupun wanita).
- Karakter Konsumen: Anak muda yang melek tren fashion dan memiliki kepedulian tinggi untuk memajukan brand lokal buatan Sukabumi.
Untuk memperluas gurita bisnisnya, Hizra getol memanfaatkan ekosistem digital. Mulai dari promosi masif di media sosial, optimasi iklan digital, hingga aktif turun ke lapangan dengan membuka booth di berbagai event anak muda se-Sukabumi Raya.
baca juga: BPDP Ajak Gen Z Karawang Lirik Peluang Bisnis Sawit: Dari Kuliner hingga Rompi Antipeluruga:
Tantangan Membangun Identitas Produk
Perjalanan membangun Burstkings tentu tidak selalu berjalan mulus. Hizra mengaku fase paling berdarah-darah justru ada pada awal-awal masa produksi, di mana ia harus meraba-raba cara memperkenalkan produknya ke masyarakat luas.
Tantangan Terbesar Burstkings:
[Membangun Marketing Branding] ➔ [Memunculkan Karakter/Identitas Brand] ➔ [Konsisten Belajar & Evaluasi]
“Tantangan paling berat itu saat membangun marketing branding dan memunculkan identitas brand, tapi dengan terus belajar akhirnya bisa dilalui,” jelas Hizra optimis.
Melalui kisah Burstkings, Hizra berharap bisa menularkan energi positif dan menginspirasi pemuda-pemuda lain di Sukabumi agar tidak melulu pasrah mengandalkan lowongan kerja yang terbatas. Baginya, menciptakan lapangan usaha mandiri jauh lebih berdaya di tengah tantangan zaman saat ini.
Sumber: Sukabumiku.id
(RR)









