FOTO ILUSTRASI
SUKABUMILIFE.COM – Sektor agribisnis di Kabupaten Sukabumi kembali menunjukkan taji di pasar internasional. Salah satu komoditas unggulan yang kini tengah naik daun adalah Manggis (Garcinia mangostana) asal Kecamatan Cikembar. Memasuki musim panen pertengahan tahun ini, permintaan ekspor dari sejumlah negara di Asia Tenggara hingga Asia Timur terus melonjak tajam.
Kualitas daging buah yang putih bersih, rasa manis-asam yang pas, serta ketahanan kulit yang baik membuat manggis dari bumi Sukabumi ini menjadi primadona di pasar luar negeri, khususnya China dan Singapura.
Produktivitas Meningkat, Omzet Petani Melejit
Menurut data dari kelompok tani lokal, pada musim panen kali ini terjadi peningkatan produktivitas sebesar 15% dibanding tahun sebelumnya. Hal ini tidak lepas dari penerapan teknologi pertanian ramah lingkungan dan pendampingan intensif dari Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi.
Ketua Kelompok Tani Mandiri Cikembar, Supriatna (45), mengungkapkan bahwa bisnis manggis ekspor ini memberikan dampak ekonomi yang sangat signifikan bagi kesejahteraan petani lokal.
“Alhamdulillah, tahun ini kualitas buah kita masuk kategori Grade A lebih banyak. Untuk pasar ekspor, harga di tingkat petani bisa mencapai Rp 35.000 hingga Rp 45.000 per kilogram, jauh lebih tinggi dibanding pasar domestik biasa,” ujar Supriatna saat ditemui di gudang sortir, Senin (20/7/2026).
Tantangan Logistik dan Standar Mutu Internasional
Meskipun peluang cuan sangat menggiurkan, bisnis ekspor buah segar bukan tanpa hambatan. Para pelaku usaha dan petani di Sukabumi harus memenuhi standar karantina yang sangat ketat dari negara tujuan.
Beberapa poin penting yang menjadi fokus utama dalam bisnis ekspor manggis ini meliputi:
- Bebas Hama: Buah harus dipastikan bersih dari kutu putih (Pseudococcus).
- Sortasi Ketat: Ukuran buah harus seragam dan kulit tidak boleh cacat atau pecah.
- Manajemen Rantai Dingin (Cold Chain): Proses pengemasan dan pengiriman harus menjaga suhu buah agar tetap segar hingga tiba di negara tujuan.
BACA JUGA : Hadapi Perubahan Zaman, Bank Jakarta Fokus Optimalkan Keamanan Siber dalam Strategi Bisnis
Dukungan Pemerintah untuk Akses Pasar Global
Melihat potensi bisnis yang menjanjikan ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus mendorong hilirisasi dan kemudahan regulasi bagi para eksportir lokal. Pemerintah daerah berkomitmen untuk memangkas jalur birokrasi dan memfasilitasi sertifikasi Good Agricultural Practices (GAP) bagi para petani.
Dengan adanya sinergi antara petani, pelaku bisnis, dan pemerintah, komoditas manggis Cikembar diharapkan tidak hanya menjadi penggerak ekonomi musiman, melainkan menjadi pilar bisnis berkelanjutan yang mampu membawa nama Sukabumi harum di kancah perdagangan global.
(NL)









