Foto istimewa
SukabumiLife.com — Warna makanan yang menarik selalu berhasil menggugah selera, terutama warna merah cerah yang sering kita temui pada olahan kue, puding, hingga minuman segar. Namun, maraknya penggunaan pewarna sintetis berbahan kimia sering kali membuat para ibu rumah tangga khawatir akan dampaknya bagi kesehatan keluarga.
Sebagai solusinya, membuat pewarna makanan merah secara alami menggunakan bahan-bahan dapur kini menjadi pilihan populer. Selain lebih sehat, ramah anak, dan aman dikonsumsi, cara pembuatannya pun tergolong sangat praktis.
Baca juga: Wisata Kuliner Sukabumi Menjamur, Begini Cara Menikmati Makanan Lezat Tanpa Takut Gemuk!
Berikut adalah beberapa bahan alami dan panduan cara mengolahnya yang dirangkum tim SukabumiLife.com:
1. Buah Bit: Warna Merah Pekat dan Elegan
Buah bit merupakan salah satu bahan alami terbaik untuk menghasilkan warna merah pekat tanpa memberikan rasa menyengat yang mengubah cita rasa masakan.
- Cara Mengolah:
- Kupas dan potong 1 buah bit segar.
- Blender dengan sedikit air (sekitar 50 ml), lalu saring ekstraknya menggunakan kain bersih.
- Rebus air perasan bit dengan api kecil hingga sedikit mengental agar warnanya semakin pekat dan siap digunakan.
2. Buah Naga Merah: Warna Merah Keunguan yang Cantik
Buah naga sangat cocok dipakai untuk pewarna adonan olahan dingin seperti puding, smothies, atau kue basah.
- Cara Mengolah:
- Ambil daging buah naga merah secukupnya.
- Haluskan tanpa menambahkan air.
- Saring menggunakan kain tipis atau saringan halus untuk memisahkan biji hitamnya. Cairan merah siap dicampurkan ke adonan.
3. Bunga Rosella: Warna Merah Tua yang Segar
Selain dikenal kaya antioksidan dan baik untuk kesehatan, kelopak bunga rosella kering juga menghasilkan pigmen merah tua yang cantik.
- Cara Mengolah:
- Rebus 5–8 kelopak rosella kering dengan sedikit air panas hingga air berubah warna menjadi merah tua.
- Didihkan kembali dengan api kecil hingga airnya menyusut dan teksturnya agak kental seperti sirup.
Tips Menyimpan Pewarna Alami
Agar tahan lama, simpan pewarna alami cair di dalam wadah kaca steril lalu masukkan ke dalam lemari es. Pewarna ini umumnya dapat bertahan selama 3 hingga 5 hari. Jika ingin disimpan lebih lama, Anda bisa membekukannya di dalam cetakan es batu.
Membuat pewarna alami sendiri tidak hanya menjamin kebersihan dan kesehatan masakan, tetapi juga menjadi opsi kreatif bagi para pelaku UMKM kuliner di Sukabumi yang ingin menyajikan produk makanan sehat (healthy food). Selamat mencoba!
(NK)









