foto ilustrasi
SUKABUMI — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Pasar Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, diwarnai oleh insiden tak terduga. Sebuah aksi dugaan penipuan dengan modus hipnotis mencoreng khidmatnya kegiatan keagamaan yang tengah berlangsung di kawasan pasar tersebut.
Seorang pria tak dikenal yang mengaku sebagai donatur diduga memperdaya dan meminta sejumlah barang serta uang dari warga dan pedagang. Berdasarkan keterangan pengurus Pasar Cibadak, Hendrik, sedikitnya empat orang warga mengalami kerugian materiel dalam kejadian ini.
Adapun barang-barang yang dilaporkan berpindah tangan akibat penipuan tersebut meliputi handphone, makanan dagangan, rokok, hingga kotak uang infak jemaah. Peristiwa pilu itu terjadi di tengah rangkaian acara Maulid Nabi yang sedang dipusatkan di masjid area Pasar Cibadak.
baca juga:Lagi Viral! Ini Cara Mudah Bikin Cheese Koin Sendiri di Rumah, Kejunya Mulur Banget
“Hari ini kegiatan keagamaan kita telah tercoreng oleh orang tersebut,” kata Hendrik, Sabtu (3/10/2026).
Rincian Korban dan Kerugian
Berdasarkan pendataan pihak pengurus pasar, berikut adalah para warga yang menjadi korban aksi penipuan tersebut:
- Ai (Warga Kp. Paris, Desa Pamuruyan): Dilaporkan kehilangan handphone miliknya setelah diduga terhipnotis dan berinteraksi langsung dengan pelaku yang mengaku sebagai donatur.
- Nenih (Istri Jajang): Pedagang kue langganan di acara keagamaan yang membawa dagangan senilai Rp382.000. Atas suruhan pelaku, kue tersebut disuruh bagikan secara cuma-cuma kepada jemaah.
- Uus (Pedagang Kopi): Mengalami kerugian setelah tertipu menyerahkan sejumlah rokok senilai Rp680.000 dengan dalih akan diberikan kepada seorang ustaz.
- Uang Infak Jemaah: Selain barang milik pedagang dan warga, uang infak hasil pengumpulan jemaah selama perayaan Maulid Nabi senilai kurang lebih Rp800.000 juga dilaporkan ikut raib.
Ciri-Ciri Pelaku Terekam CCTV
Aksi pelaku sempat terekam oleh kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar lorong pertokoan kawasan Pasar Cibadak. Dalam rekaman tersebut, terduga pelaku terlihat mengenakan peci putih, pakaian atasan berwarna biru dongker, serta celana cingkrang dengan warna senada.
Pihak pengurus pasar bersama warga saat ini telah berinisiatif menyebarkan foto serta rekaman video yang memperlihatkan gerak-gerik pelaku guna memperingatkan masyarakat luas sekaligus membantu proses pencarian.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi terkait laporan aduan, identitas lengkap terduga pelaku, maupun perkembangan penyelidikan lebih lanjut atas kasus dugaan penipuan ini. Warga diimbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap orang asing yang menjanjikan atau meminta sesuatu dengan modus dermawan di tempat umum.
sumber:sukabumiku
(AAP)









