Foto Istimewa
Sukabumilife.com – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh kabar antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Sumatera Utara (Sumut), terutama di Kota Medan.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, angkat bicara. Bobby menyebut bahwa antrean panjang yang terjadi bukan karena stok Bahan Bakar Minyak (BBM) yang langka, melainkan adanya masalah pada proses distribusi akibat pemberhentian massal para pengemudi (sopir) mobil tangki.
“Yang saya sampaikan dari hasil koordinasi dengan pihak Pertamina itu bukan kelangkaan BBM-nya. Tapi pengemudi yang antar BBM-nya terjadi pemberhentian massal,” ujar Bobby saat ditemui di Kantor Pemprov Sumut, Selasa (14/7/2026).
Menurut Bobby, dampak dari pemberhentian tersebut membuat banyak truk pengangkut BBM tidak dapat beroperasi secara maksimal. Guna mengatasi kemacetan pasokan ini, Pemprov Sumut bergerak cepat berkoordinasi dengan Pertamina, TNI, dan Polri untuk menyiagakan personel sebagai pengemudi sementara.
Pertamina Bantah Isu PHK Massal dan Mogok Kerja
Merespons pernyataan tersebut, pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) segera memberikan klarifikasi resmi. Pihak perusahaan dengan tegas membantah adanya isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal maupun aksi mogok kerja yang dilakukan oleh para sopir tangki.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, menjelaskan bahwa informasi yang beredar luas di media sosial tersebut tidak sesuai dengan kondisi operasional di lapangan.
“Mungkin berkembang di dunia media sosial, ya, bahwa ada isu-isu mogok sopir dan lain sebagainya. Kami sampaikan kepada masyarakat bahwa kondisinya tidak ada terjadi pemogokan sopir mobil tangki,” tegas Sunardi kepada wartawan, Rabu (15/7/2026).
Sunardi meluruskan bahwa Pertamina saat ini memang sedang melakukan pembenahan dan evaluasi internal dalam manajemen transportasi. Namun, langkah tersebut bukanlah tindakan PHK massal, melainkan bentuk pembinaan dan penyesuaian bagi pengemudi yang dinilai memiliki kinerja kurang baik atau tidak memenuhi persyaratan perusahaan.
baca juga:Menunggu Kelahiran Arbituren Baru Setelah Arbituren 98 di Tengah Politik Nasional
Upaya Normalisasi Distribusi
Meskipun terdapat perbedaan pandangan mengenai penyebab hambatan logistik tersebut, pihak Pertamina memastikan bahwa stok BBM di wilayah Sumatera Utara sebenarnya dalam kondisi yang aman.
Saat ini, koordinasi lintas sektoral antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum (TNI/Polri), dan Pertamina terus diperketat guna memastikan armada pengangkut BBM dapat kembali beroperasi normal dan menyalurkan pasokan ke seluruh SPBU tanpa hambatan.
sumber:KOMPAS.com
(NT)









