Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Marak di Sukabumi, Bupati: Ini PR Besar!

foto istimewa

SUKABUMILIFE.COM — Maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Daerah. Bupati Sukabumi, Asep Japar, menegaskan bahwa persoalan ini merupakan pekerjaan rumah (PR) besar yang harus diselesaikan secara bersama-sama oleh seluruh elemen masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya laporan kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur belakangan ini. Mirisnya, beberapa kasus diduga melibatkan orang terdekat seperti ayah kandung, hingga menyasar kalangan pelajar.

“Memang dengan adanya kejadian seperti ini kami sangat prihatin. Pemerintah daerah terus melakukan sosialisasi kepada aparat di tingkat kecamatan dan desa, termasuk melalui pertemuan dengan para alim ulama. Harapannya, jangan sampai ada lagi kejadian seperti ini dan ke depan ada perbaikan,” ujar pria yang akrab disapa Asjap tersebut, Rabu (1/7/2026).

Pemkab Siapkan Pendampingan Psikologis Korban

Menanggapi sorotan publik terkait penanganan psikologis terhadap anak yang menjadi korban kekerasan, Bupati memastikan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam. Layanan pendampingan trauma (trauma healing) telah disiapkan melalui instansi-instansi terkait.

Pemkab Sukabumi memaksimalkan peran dua dinas utama untuk menangani pemulihan korban:

  • Dinas DPPPA: Memberikan pendampingan hukum dan psikologis secara intensif kepada masyarakat serta korban yang mengalami trauma.
  • Dinas Kesehatan: Membantu pemulihan kesehatan fisik sekaligus kondisi psikologis korban pasca-kejadian.

“Jelas ada (layanan pendampingan). Kita memiliki Dinas P3A dan Dinas Kesehatan yang melakukan hal yang sama. Mudah-mudahan hal-hal kelam seperti itu tidak terjadi lagi,” tuturnya.

Bukan Sekadar Status Kabupaten Layak Anak (KLA)

Saat disinggung mengenai dampak maraknya kasus kekerasan ini terhadap predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) yang disandang Kabupaten Sukabumi, Bupati Asjap menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini bukan sekadar mempertahankan status atau piagam penghargaan.

“Bukan soal pengaruh terhadap status (KLA), tetapi ini jelas merupakan PR nyata yang harus kita tangani bersama secara serius,” tegasnya.

baca saja : Melihat Fenomena Viral Joged Sadbor Sukabumi Hingga Berujung Hukuman

Apresiasi Peran Media dalam Mengawal Kasus

Di akhir keterangannya, Bupati Asep Japar menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada insan pers. Menurutnya, media memiliki peran krusial sebagai mata dan telinga pemerintah dalam mengungkap kasus-kasus kekerasan yang selama ini kerap tersembunyi.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada media yang telah memberikan informasi terkait kejadian-kejadian yang selama ini belum terpantau oleh pimpinan. Informasi tersebut akan segera kami tindak lanjuti di lapangan,” pungkasnya. (SL)

sumber : sukabumiku.id

(NL)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *